Kompas.com - 14/01/2015, 11:50 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Jika Anda adalah pria yang sedang dalam program memiliki momongan, sebaiknya hindari menggunakan celana yang terlalu ketat. Agar produksi sperma tak terhambat lebih disarankan menggunakan celana dalam yang longgar seperti jenis boxer.

Sperma diproduksi di bagian testis yang membutuhkan suhu sedikit lebih rendah daripada bagian tubuh yang lain. Kira-kira produksi sperma membutuhkan suhu 35 derajat celcius, sekitar dua atau tiga derajat lebih rendah dari suhu tubuh. Karena itu alam membuat testis berada tergantung di luar tubuh agar tidak kepanasan.

"Memakai celana dalam ketat memang bisa membuat testis lebih dekat pada tubuh, tapi di sisi lain kebiasaan ini merusak mekanisme alami pengaturan temperaturnya," kata Zaki Almallah, konsultan urologi dari Queen Elizabeth Hospital, Inggris.

Penelitian tahun 2012 menyebutkan bahwa pria yang sering memakai celana ketat memiliki konsentrasi sperma yang bisa berenang lebih rendah. Padahal, untuk bisa membuahi sel telur diperlukan sel-sel sperma yang bergerak lincah.

"Mengganti celana ketat dengan celana longgar bisa jadi cara yang murah untuk meningkatkan kesuburan," kata Allan Pacey, ahli andrologi yang melakukan studi tersebut.

Selain itu hindari juga memakai celana dalam berbahan poliester karena memiliki efek menurunkan jumlah sperma dan juga sperma yang mampu berenang. Bahan poliester dianggap membuat testis lebih hangat.

Pria yang menderita varikokel, yaitu munculnya varises di skrotum, juga harus lebih berhati-hati memilih celana dalam. Varikokel dialami oleh 15 persen laki-laki dan hal ini muncul tanpa diawali oleh suatu gejala tetapi dapat menyebabkan rasa nyeri.

Varikokel biasanya disebabkan oleh kegagalan katup dalam vena, yang menyebabkan darah menggenang, menarik dinding vena dan membuatnya membesar. Gangguan ini juga akan menurunkan kesuburan pria.

"Ada teori yang menyebutkan verikokel akan menyebabkan darah lebih banyak terkumpul di area testis sehingga suhunya lebih hangat. Ini memengaruhi produksi sperma dan kesuburan," kata Almallah.

Verikokel juga akan menurunkan kadar testosteron dalam tubuh. Ini disebabkan karena suhu yang lebih tinggi akan merusak sel yang memproduksi testosteron. Penurunan hormon ini bisa menyebabkan gangguan ereksi dan juga libido lebih rendah.

Untuk itu pria yang menderita gangguan ini sebaiknya menghindari celana dalam ketat.

Secara umum para pria juga wajib menjaga kebersihan diri. Gantilah pakaian dalam setiap hari untuk mencegah tumbuhnya jamur. (Monica Erisanti)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Dailymail
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.