Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 18/01/2015, 08:44 WIB
|
EditorLusia Kus Anna


JAKARTA, KOMPAS.com
- Metode sel punca (stem cell) kini mulai banyak dilakukan pada anak-anak yang menderita autisme. Sel-sel induk tersebut akan bekerja mengganti sel-sel yang rusak.

Konsultan Stem Cell dari Unistem Clinic Karina F Moegni mengatakan, akan terjadi perbaikan pada anak autis setelah menjalani terapi sel punca. Perbaikan yang dialami berbeda-beda tergantung anak autis tersebut.

“Misalnya, yang tadinya enggak ada kontak mata jadi ada, yang tadinya hiperaktif jadi bisa tenang. Atau untuk anak autis yang disertai epilepsi, jadi berkurang kejang-kejangnya. Perbaikannya pasti bisa kita lihat,” terang  Karina dalam seminar Teknologi Autologous Stem Cell di Jakarta, Sabtu (17/1/2014).

Karina menjelaskan, sel punca dapat bekerja membentuk pembuluh darah baru pada anak autis. Sel punca juga dapat mengetahui ketika ada imun dalam tubuh yang kacau.

Teknik yang dilakukan adalah activated autologous stem cell. Pada teknik ini, sel diambil dari tubuh manusia itu sendiri atau bukan dari sel orang lain. Sel diambil dari jaringan lemak pasien yang kemudian dimasukkan ke dalam tubuh dengan infus. Dengan teknik ini, tidak ada resiko penolakan sel karena diambil dari tubuh yang sama.

“Stem cell akan berjalan sendirinya menuju sel-sel yang rusak. Dia enggak pandang bulu, stem cell itu langsung lari ke organ-organ vital, jantung, pankreas, hati, hingga ke otak,” kata dia.

Karina mengaku cukup banyak menangani pasien autis dengan teknik activated autologous stem cell ini. Ia juga pernah menangani anak usia tiga tahun yang mengalami cerebral palsy atau kerusakan pada otak.

“Otaknya kurang oksigen, jadi rusak. Tadinya enggak bisa makan dan harus pakai selang makan, sehabis stem cell jadi bisa makan. Sekarang sudah bisa ngoceh. Makin lama makin membaik,” terang Karina.

Karina menjelaskan, hasil perbaikan biasanya akan terlihat setelah 6 bulan dilakukan stem cell. Pengerjaan terapi ini sendiri hanya membutuhkan waktu sekitar tiga jam.

Metode pengobatan ini juga bisa dilakukan untuk mengatasi penyakit degeneratif seperti diabetes, stroke, dan osteoartritis. Penyakit degeneratif disebabkan oleh sel tubuh yang rusak karena proses penuaan hingga gaya hidup yang tidak sehat.

Menurut Karina, terapi sel punca bukan dilakukan untuk membuat penyakit pasien sembuh total. Yang pasti, stem cell dapat memperbaiki kualitas hidup seseorang. Terapi stem cell di Unistem Clinic ini memakan biaya yang tak sedikit, yaitu Rp 85 juta untuk sekali terapi.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+