Kompas.com - 02/02/2015, 12:40 WIB
|
EditorLusia Kus Anna


KOMPAS.com -
Demam Berdarah adalah penyakit yang disebabkan oleh virus. Belum ada obat untuk penyakit ini. Namun bila cepat ditangani, penderitanya bisa sembuh dan terhindar dari bahaya kematian.

Demam berdarah (DB) disebabkan oleh virus yang ditularkan lewat gigitan nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk yang bisa menyebarkan virus adalah nyamuk yang telah menggigit penderita demam berdarah. Virus itu memasuki peredaran darah nyamuk kemudian masuk ke kelenjar ludah. Ketika nyamuk yang terinfeksi itu menggigit manusia, virus itu memasuki peredaran darahnya dan bisa menyebabkan penyakit DB.

Serangan DB biasanya dimulai dengan demam tinggi yang tiba-tiba datang, kulit kemerahan, sakit kepala hebat, nyeri di belakang mata dan nyeri di otot dan persendian. Gejala yang lain adalah mual, muntah dan kehilangan nafsu makan. Kemerahan mulai muncul sekitar tiga atau empat hari setelah demam. Penyakit ini menyerang sampai sepuluh hari namun pemulihan total dapat berlangsung selama sebulan.

Infeksi jadi berbahaya ketika pembuluh darah mulai bocor dan terjadi perdarahan di hidung, mulut dan gusi. Tanpa penanganan yang tepat pembuluh darah bisa menjadi kolaps dan berakibat fatal bagi penderitanya.

Celakanya, penyakit ini termasuk sulit didiagnosa karena gejala dan tandanya hampir sama dengan penyakit lain seperti malaria, leptospirosis atau bisa saja tifus. Bila mengalami gejala-gejala seperti tersebut, segera konsultasi ke dokter. Dokter akan minta Anda untuk melakukan tes darah di laboratorium untuk mencari bukti adanya virus DB di dalam darah.

Hingga saat ini belum ada obat khusus untuk DB. Belum ada pula vaksin untuk mencegahnya. “DB adalah penyakit yang disebabkan oleh virus. Pada prinsipnya hampir semua jenis virus itu sifatnya self limited disease atau bakal sembuh dengan sendirinya,” kata Dr. Diah Novianti, dokter yang berpraktik di Jakarta Utara ini.

Dibutuhkan segera perawatan di rumah sakit untuk menangani penderita DB. Bila tidak ditangani dengan baik, penyakit DB berisiko menimbulkan kematian. Perawatan di RS ini akan mengganti cairan elektrolit lewat infus, menjaga tekanan darah dan menggantikan darah yang hilang. Tentu saja juga untuk mencegah terjadinya kehilangan cairan lebih lanjut.

Untuk penyakit DB yang ringan, dokter akan merekomendasikan untuk minum banyak cairan demi menghindari dehidrasi karena demam tinggi dan muntah. Dokter juga akan memberi obat jenis acetaminophen untuk mengatasi nyeri dan demam. Hindari obat jenis aspirin, ibuprofen karena meningkatkan kompliksi perdarahan. Bila terlanjur sakit, hindari diri dari gigitan nyamuk agar tidak menularkan penyakit ke orang lain.

Karena belum ada vaksin dan obat khusus untuk mengobati DB, langkah terbaik untuk melindungi diri adalah menghindari serangan nyamuk penular DB. Caranya dengan membersihkan lingkungan agar bersih dari sarang nyamuk. Khusus untuk nyamuk DB, hindari wadah-wadah yang menampung air terbuka karena tempat seperti itu merupakan tempat yang nyaman untuk hidup nyamuk tersebut. Contohnya adalah ember, botol, ban bekas yang menampung air hujan di halaman.

Perhatikan juga tempat air minum hewan peliharaan dan air dalam vas bunga. Ganti air tersebut paling tidak seminggu sekali.

Mengurangi risiko diri digigit nyamuk bisa juga dilakukan dengan menggunakan AC di dalam ruangan dan memasang kasa antinyamuk. Bila perlu kenakan losion antinyamuk di kulit.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.