Jangan Tenangkan Anak Rewel dengan "Gadget"

Kompas.com - 03/02/2015, 16:39 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Anak-anak masa kini memang akrab dengan gadget. Walau teknologi diciptakan untuk memberi manfaat bagi manusia, tetapi sebaiknya jangan biarkan anak terlalu terikat dengan gadget.

Ancaman terbesar dari anak-anak yang terlanjur akrab dengan gadget bukan hanya kecanduan, tapi juga buruk bagi perkembangan emosionalnya. Hal ini terutama jika orangtua menjadikan gadget sebagai "mainan" untuk menenangkan anak yang sedang rewel atau tantrum.

Meskipun e-book dan beragam aplikasi yang terdapat dalam gadget dapat memberikan manfaat, tapi sebenarnya aplikasi tersebut sia-sia jika diberikan pada anak di bawah umur dua tahun, dan akan efektif bila digunakan dengan pendampingan.

Penelitian sebelumnya menemukan bahwa anak-anak di bawah usia 30 bulan, tidak bisa belajar dari televisi, video, ataupun dunia maya sebaik interaksi mereka dengan kehidupan nyata dan lingkungan sekitarnya.

Bayi dan balita sesungguhnya belajar banyak melalui sentuhan dan pengalaman yang mereka jumpai setiap harinya.

Dr Jenny Radesky dari Boston University School of Medicine mengatakan, penggunaan gadget pada balita saat ini semakin intensif akan memberikan dampak pada perkembangan perilaku anak.

"Kita belum tahu dengan baik apakah ada efek dari gadget pada tumbuh kembang anak. Penggunaan gadget juga telah mengurangi dan menggantikan jumlah waktu tatap muka langsung antar manusia," katanya.

Telah dipelajari dengan baik bahwa kebiasaan menonton televisi dalam waktu yang lama akan menurunkan perkembangan anak, baik secara keterampilan bahasa maupun keterampilan sosialnya.

Penggunaan gadget yang berlebihan di usia dini bisa mengganggu perkembangan keterampilan berempati, sosial dan pemecahan masalah yang biasanya diperoleh anak dengan menjelajahi, bermain dan berinteraksi dengan teman sebaya.

Gadget yang beredar saat ini juga telah menggantikan peran anggota tubuh dalam melakukan fungsinya, terutama dalam pengembangan sensori dan visual motorik. Padahal keduanya penting untuk menunjang proses pembelajaran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.

"Jika perangkat gadget ini menjadi cara utama untuk menenangkan dan mengalihkan perhatian anak, apakah mereka kelak akan mampu mengembangkan keterampilan pengendalian diri mereka sendiri?" katanya.

Orangtua juga sebaiknya mencoba setiap aplikasi yang ada sebelum mengizinkan anak-anak mereka mengaksesnya lebih lanjut. Selain itu, dianjurkan untuk menggunakan aplikasi tersebut bersama-sama dengan anak.  (Monica Erisanti)


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Sumber Dailymail
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X