Waspada Serangan "Heat Stroke" Saat Lari

Kompas.com - 09/02/2015, 11:57 WIB
Road run butuh latihan yang baik dan benar. SHUTTERSTOCKRoad run butuh latihan yang baik dan benar.
|
EditorLusia Kus Anna


JAKARTA, KOMPAS.com
– Setiap jenis olahraga, termasuk olahraga lari berisiko menimbulkan cedera. Salah satu cedera yang cukup berbahaya yaitu heat stroke. Dokter spesialis olahraga Hario Tilarso menjelaskan, heat stroke adalah cedera saat suhu tubuh sangat panas dan kurang minum. Suhu tubuh bisa naik secara cepat hingga 40 derajat celcius.

Heat stroke membuat badan lemas, pusing, meracau, dan koordinasi otot menurun,” kata Hario beberapa waktu lalu di Jakarta.

Heat stroke bisa terjadi ketika lari dengan jarak cukup jauh di bawah terik matahari. Tubuh akan mengeluarkan banyak cairan melalui keringat. Gejala heat stroke diantaranya, kulit kering, kemerahan dan panas, kelelahan, sakit kepala atau pusing, denyut nadi cepat dan kuat, berhlausinasi hingga tak sadarkan diri.

Jika ada seseorang yang terserang heat stroke, pertolongan pertama yang harus dilakukan yaitu melepaskan bagian yang mengikat seperti sepatu atau jam tangan. Berilah minum yang cukup dan sebaiknya yang mengandung ion. 

Kemudian siram tubuh dengan air dingin untuk menurunkan suhu panas. Waspadai heat stroke jika berlari di atas suhu 28 derajat celcius. Untuk mencegahnya, lanjut Hario, tubuh harus fit sebelum berlari. Lakukan pemanasan sebelum lari dan berlarilah sesuai kemampuan. Pakaian pun sebaiknya tidak tertutup rapat.

“Jangan sampai dehidrasi. Harus minum yang cukup,” jelas Hario.

Cedera lainnya yang harus diwaspadai saat olahraga lari yaitu bonk. Hario menjelaskan, bonk merupakan cedera yang disebabkan cadangan glikogen dan glukosa dalam tubuh habis sehingga tidak bertenaga. Tubuh akan merasa lemas hingga tidak bisa bergerak sama sekali.

Untuk mengatasi bonk, berilah konsumsi makanan berkarbohidrat tinggi dan minum. Untuk mencegahnya, makan sumber karbohidrat pada malam hari sebelum hari atau makan yang cukup 1 jam sebelum lari.

Tubuh yang kekurangan cairan setelah berlari juga bisa menyebabkan rhabdomyolysis. Kondisi ini membuat tubuh tidak dapat mempertahankan keseimbangan cairan sehingga banyak cairan keluar dari tubuh. Jika terjadi rhabdomyolysis, langung bawa ke rumah sakit untuk diberi infus cairan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X