Kompas.com - 14/02/2015, 10:30 WIB
Ilustrasi cabai ShutterstockIlustrasi cabai
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com — Penyuka makanan pedas pasti akrab dengan cabai. Rasanya makan tak nikmat jika belum merasakan sensasi rasa pedas. Manfaat cabai ternyata bukan hanya menambah nafsu makan.

Menurut penelitian Universitas Wyoming, makan cabai bisa membantu menurunkan berat badan. Menurut penelitian, cabai mengandung senyawa capsaicin yang membuatnya terasa pedas. Capsaicin ini dipercaya dapat mempercepat metabolisme dalam tubuh.

Capsaicin akan membuat tubuh terasa panas sehingga  membakar lemak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa capsaicin akan membantu mengubah lemak putih menjadi lemak coklat. 

Untuk diketahui, lemak coklat merupakan lemak baik dalam tubuh. Lemak coklat biasanya terdapat pada bagian leher, bahu, ataupun punggung. Lemak coklat dapat meningkatkan pengeluaran energi dan membakar kalori dalam tubuh.

Menurut peneliti, capsaicin dalam cabai ini pun dapat mencegah seseorang obesitas, bahkan dapat mencegah komplikasi kesehatan karena obesitas, seperti diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, dan penyakit kardiovaskular lainnya.

Penelitian ini pun diharapkan dapat menjadi solusi menu diet dan mencegah obesitas secara alami. Selain cabai, capsaicin juga terdapat pada paprika.

Namun, penelitian ini masih berlanjut karena belum diuji klinis terhadap manusia. Penelitian ini telah dipresentasikan dalam pertemuan Biofisik Society ke-59 di Baltimore, Amerika Serikat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Dailymail
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Awas, Sering Tahan Kecing Bisa Bikin Infeksi Saluran Kemih

Awas, Sering Tahan Kecing Bisa Bikin Infeksi Saluran Kemih

Health
Ekolalia

Ekolalia

Penyakit
3 Dampak Stres Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

3 Dampak Stres Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Health
Punya Fantasi Seks Tak Realistis? Bisa Jadi Gejala Narsisme Seksual

Punya Fantasi Seks Tak Realistis? Bisa Jadi Gejala Narsisme Seksual

Health
Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)

Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)

Penyakit
Bagaimana Posisi Tidur Agar Bayi Tidak Sungsang?

Bagaimana Posisi Tidur Agar Bayi Tidak Sungsang?

Health
Sindrom Nefrotik

Sindrom Nefrotik

Penyakit
Selain Kecanduan, Pengguna Ganja Lebih Berisiko Alami Stroke

Selain Kecanduan, Pengguna Ganja Lebih Berisiko Alami Stroke

Health
Coxsackie

Coxsackie

Penyakit
Demam saat Haid, Apakah Normal?

Demam saat Haid, Apakah Normal?

Health
Hipotensi Ortostatik

Hipotensi Ortostatik

Penyakit
Apa Bahaya Sering Menahan Kencing?

Apa Bahaya Sering Menahan Kencing?

Health
Sindrom ACA

Sindrom ACA

Penyakit
Benarkah Nasi Tidak Boleh Dipanaskan Lagi?

Benarkah Nasi Tidak Boleh Dipanaskan Lagi?

Health
Astrositoma

Astrositoma

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.