Kompas.com - 23/02/2015, 15:00 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Meski suplemen multivitamin bukan penentu kesehatan, tetapi studi terbaru menyebutkan wanita yang mengonsumsi multivitamin mineral selama 3 tahun atau lebih risikonya meninggal akibat penyakit jantung bisa diturunkan.

Penelitian ini dilakukan selam lebih dari 20 tahun. Namun, manfaat yang sama belum terlihat pada pria, wanita yang mengkonsumsi suplemen kurang dari tiga tahun atau siapa pun yang mengkonsumsi multivitamin tanpa kandungan mineral.

"Ini terlalu dini untuk mengetahui apakah penggunaan multivitamin mineral dari waktu ke waktu mampu mengurangi risiko kematian akibat kardiovaskular (atau masalah kesehatan lain serta penyebab kematian) pada wanita," Regan Bailey, yang memimpin penelitian.

Ia mengatakan, untuk mengetahuinya secara pasti harus membutuhkan pengujian klinis secara lanjut," katanya.

Menurut NIH, multivitamin mineral tercatat sebagai produk yang laris dibeli sebagai suplemen makanan dan lebih dari 40 persen untuk seluruh penjualan suplemen vitamin dan mineral. Lebih dari sepertiga orang Amerika mengkonsumsi, menghabiskan sekitar 5,5 milyar dollar setiap tahunnya.

Bailey mengatakan banyak perilaku kesehatan, seperti makan bergizi, berolahraga secara teratur dan tidak merokok yang secara jelas mampu mengurangi risiko penyakit jantung dan kematian.

"Mengkonsumsi multivitamin mineral seharusnya tidak dijadikan sebagai pengganti bagi setiap perilaku kesehatan tersebut," katanya. "Dan hal tersebut tidak jelas apakah dengan mengkonsumsi multivitamin mineral yang ditambahkan ke gaya hidup sehat akan memberikan keuntungan bagi kesehatan." (Monica Erisanti)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber foxnews
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Cara Menghilangkan Memar secara Alami

8 Cara Menghilangkan Memar secara Alami

Health
Perut Sering Lapar Bisa Jadi Tanda Apa Saja?

Perut Sering Lapar Bisa Jadi Tanda Apa Saja?

Health
Picu Kematian Mendadak, Ini Penyebab Henti Jantung di Usia Muda

Picu Kematian Mendadak, Ini Penyebab Henti Jantung di Usia Muda

Health
Makanan Terbaik dan Terburuk untuk Penderita Diabetes, Apa Saja?

Makanan Terbaik dan Terburuk untuk Penderita Diabetes, Apa Saja?

Health
Apakah Saat Demam Boleh Mandi?

Apakah Saat Demam Boleh Mandi?

Health
11 Makanan dan Minuman yang Pantang untuk Penderita Diabetes

11 Makanan dan Minuman yang Pantang untuk Penderita Diabetes

Health
Waspadai, Berat Badan Turun Drastis Bisa Jadi Tanda Diabetes

Waspadai, Berat Badan Turun Drastis Bisa Jadi Tanda Diabetes

Health
Cara Mengatasi Bisul di Bokong

Cara Mengatasi Bisul di Bokong

Health
5 Obat Batuk Anak Alami yang Aman dan Praktis

5 Obat Batuk Anak Alami yang Aman dan Praktis

Health
Apa Perbedaan Vegetarian dan Vegan?

Apa Perbedaan Vegetarian dan Vegan?

Health
4 Tanda Diabetes yang Sering Tak Disadari

4 Tanda Diabetes yang Sering Tak Disadari

Health
8 Makanan yang Dapat Menyehatkan kulit

8 Makanan yang Dapat Menyehatkan kulit

Health
Mengapa Diabetes Dapat Menyebabkan Nyeri Sendi?

Mengapa Diabetes Dapat Menyebabkan Nyeri Sendi?

Health
4 Cara Untuk Menstimulasi dan Mempercepat Proses Persalinan

4 Cara Untuk Menstimulasi dan Mempercepat Proses Persalinan

Health
Splenomegali

Splenomegali

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.