Kompas.com - 02/03/2015, 13:10 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com -
Zumba kini semakin populer. Olahraga yang bisa membuat orang yang melakukannya menari riang diiringi musik latin ini telah membuat Laila Munaf jatuh cinta. Ia pun menekuni olahraga ini hingga membuatnya menjadi instruktur zumba wanita pertama di Indonesia.

Kecintaan Laila pada olahraga bermula dari lingkungan keluarganya. Perempuan kelahiran 31 tahun silam ini pernah tinggal di Boston, Massachuset, Amerika Serikat. Saat itu ia tinggal bersama keluarga tantenya yang sudah menjalani pola hidup sehat.

“Keluarga tante, termasuk anak-anaknya, suka olahraga. Saat saya dan kakak pindah ke sana, saya terpicu untuk ikutan,” ujarnya.

Ia mulai mengenal zumba dari tantenya yang juga seorang instruktur olahraga tersebut.  “Di dekat rumah ada community center yang menawarkan kelas zumba. Saat itu saya berusia 24 tahun dan sudah kerja. Setiap pulang kantor, sekitar 3-4 kali seminggu, ikut kelas zumba bareng tante dan sepupu. Akhirnya ketagihan karena seru,” tutur Laila.

Selain karena gerakannya yang merupakan kombinasi dari dance dan aerobik, lagu-lagu yang dipakai mengiringi zumba menjadi alasan Laila makin menyukai olahraga ini.

“Kalau buat saya, zumba itu sisi modern dari aerobik. Aerobik sudah ada dari lama dan mungkin (lagunya) lebih disko. Zumba lebih latin, salsa, merengue. Kebetulan zumba ini membebaskan instruktur untuk memilih lagu yang disukai murid juga. Dari sana muncul ikatan atau kedekatan dengan lagu dan olahraganya,” ungkapnya.

Purwandini Sakti Pratiwi Laila Munaf

Menjadi instruktur

Tak pernah terbesit di pikiran Laila untuk berkarier di dunia olahraga. Apalagi sebelumnya ia bekerja di bidang finansial. Tetapi kecintaannya pada olahraga ini membuatnya berani banting setir.

"Awalnya aku ambil pelatihan zumba di AS hanya sebagai investasi.  Enggak kepikiran sama sekali sampai bekerja penuh jadi instruktur zumba,” ujar ibu satu anak ini.

Ia mengakui, sebenarnya cukup mudah untuk mendapatkan sertifikasi instruktur zumba. Laila menjalani pelatihan selama satu hari penuh di Amerika Serikat. Dalam program tersebut, ia diajari soal gerakan, pengetahuan tentang otot-otot tubuh, serta bagaimana mendengarkan lagu untuk latihan.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.