Kompas.com - 02/03/2015, 13:10 WIB
EditorLusia Kus Anna

“Tapi saat ini pelatihannya sudah ada di Indonesia, durasinya bisa hingga 2 hari," kata wanita ramah ini.

Akhir tahun 2009, Laila kembali ke Indonesia lalu mulai memperkenalkan zumba kepada teman-teman dekatnya. Ia optimis olahraga ini akan disukai karena gerakannya yang dinamis dan menyenangkan.

“Saya telepon teman-teman untuk mencoba kelas zumba secara gratis. Selama satu bulan mengajar, ternyata mendapat respon yang positif. Semenjak itu, selama satu tahun saya mengajar zumba secara privat,” ujar Laila.

Zumba akhirnya memang mulai berkembang dan kini hampir dikenal para pecinta olahraga. Di bulan Januari 2012, Laila beserta beberapa rekannya membuka studio olahraga, SANA Studio yang menyertakan zumba sebagai latihan utama.

Kini, hari-hari Laila disibukkan dengan mengajar zumba selain juga mengurus anak dan suaminya. Selain mengajar, ia juga mengurus manajemen studionya. 

"Setiap kali saya melakukan zumba, saya selalu tersentuh oleh getaran positif dan senyum para peserta zumba. Saya memang ingin setiap wanita merasa percaya diri dengan bentuk tubuhnya," katanya.

Walau sudah tak tinggal bersama keluarga tantenya, tapi sampai saat ini ia masih menjalankan pola makannya secara sehat. “Saya sangat pro makan sehat. Definisi diet buat saya adalah makan makanan yang ada manfaatnya untuk tubuh. Asupan sehari-hari perlu dipikirkan, apa gunanya olahraga tapi tidak didukung dengan makan sehat,” kata Laila.

Ia menekankan, berolahraga tak sekadar memperbaiki bentuk tubuh atau menurunkan berat badan. Prinsip untuk menjalani hidup yang sehat juga perlu dimiliki.

“Karena yang dicari bukan 'saya mau badan bagus' tapi 'saya mau hidup sehat'. Hidup sehat kalau tidak seimbang (antara olahraga dan makan sehat), tidak akan tercapai,” katanya. (Purwandini Sakti Pratiwi)


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.