Kompas.com - 04/03/2015, 18:19 WIB
Ilustrasi shutterstockIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com —
Seorang pria asal Australia mengklaim mengalami gangguan daya ingat setelah ia digigit oleh nyamuk saat sedang berlibur di Bali.

Pada bulan Januari, Mark Schroeder (45) mengunjungi Bali dan terjangkit virus ensefalitis Jepang (radang akut pada otak), yang berakibat fatal pada setiap satu dari empat kasus. Virus ini menyerang area otak Schroeder yang mengontrol memori jangka pendek, tetapi juga bisa menyebabkan kehilangan daya ingat jangka panjang.

Dalam situs news.com.au disebutkan, para dokter yakin Schroeder yang menderita gejala mirip flu, juga terjangkit demam berdarah, tifus, atau malaria.

Pasangan Schroeder, Ann-Marie Freeman, memanggil ambulans pada pagi hari setelah menemukan Schroeder di kamarnya dalam posisi duduk yang sama seperti malam sebelumnya.

Schroeder lalu harus menjalani perawatan selama tujuh minggu di Monash Medical Center, di mana ia mulai mengalami delusi dan mulai tak bisa ingat di mana ia berada.

"Kami harus menjelaskan kepadanya bahwa ia ada di Melbourne (Australia), di rumah sakit, dan mulai mengingatkan lagi hal-hal kecil tentangnya," kata Freeman.

Namun, karena Schroeder mengalami gangguan memori daya ingat, lima menit setelah ia diberi tahu sesuatu, ia akan lupa kembali dan mulai dilanda kepanikan.

Menurut CDC, virus ensefalitis Jepang adalah virus yang menyebabkan radang otak akut di Asia dan Pasifik Barat. Penyakit ini umumnya ditemui pada musim hujan ketika nyamuk berkembang biak. Gejalanya termasuk demam tinggi, sakit kepala, muntah, kebingungan, dan pada kasus yang parah, kejang-kejang.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber foxnews
Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Oligomenore
Oligomenore
PENYAKIT
Konfabulasi
Konfabulasi
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Benarkah Ibu Menyusui Tak Boleh Konsumsi Makanan Pedas?

Benarkah Ibu Menyusui Tak Boleh Konsumsi Makanan Pedas?

Health
Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

Penyakit
Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

Health
Limfangitis

Limfangitis

Penyakit
Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Health
Penyakit Jantung Rematik

Penyakit Jantung Rematik

Penyakit
3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

Health
Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

Health
6 Gejala Asam Urat di Lutut

6 Gejala Asam Urat di Lutut

Health
Karsinoma Sel Skuamosa

Karsinoma Sel Skuamosa

Penyakit
10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

Health
Rahim Turun

Rahim Turun

Penyakit
6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

Health
Herniasi Otak

Herniasi Otak

Penyakit
Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.