Kompas.com - 15/03/2015, 19:00 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com – Hampir semua orang pernah sakit kepala. Sakit kepala terkadang datang tiba-tiba dan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Penyebab setiap orang terserang sakit kepala pun berbeda-beda. Banyak hal yang bisa menjadi pemicu sakit kepala. Apa saja?

Behubungan seks

Sebuah studi yang dipublikasikan oleh British Journal of Medical mengungkapkan, 1 dari 100 orang terserang sakit kepala tiba-tiba saat berhubungan seks. Menurut peneliti, serangan sakit kepala bisa terjadi saat kontraksi otot dalam aktivitas seksual. "Sakit kepala 'Orgasmic' lebih sering terjadi pada laki-laki," tulis tim peneliti Inggris.

Dehidrasi
Kurang minum akan menyebabkan dehidrasi. Dehidrasi pun bisa memicu seseorang terkena sakit kepala. Studi dari University of Connecticut menunjukkan, dehidrasi akan membuat suasana hati menjadi buru dan membuat seseorang sulit berpikir jernih.

Handphone
Terlalu dekat dan lama menatap layar handphone  dapat memicu sakit kepala. Menurut penelitian dari Journal of Clinical dan Diagnostik Research, otot-otot di mata akan bekerja lebih keras ketika menatap layar handphone terlalu dekat dan lama.

Penelitian lebih lanjut pun menunjukkan, rasa sakit kepala dapat meningkat jika membungkukkan kepala dan leher saat menatap layar handphone.

Untuk meringankan sakit kepala, peneliti menyarankan Anda untuk mengistirahatkan mata dari layar handphone sedikitnya selama 20 detik.

Banyak minum kopi
Terlalu banyak kafein seperti meminum kopi pada pagi hari dapat memicu sakit kepala, menurut National Headache Foundation. Minumlah kafein secukupnya pada pagi hari. Rasa sakit kepala atau pusing pun akan reda.

Deadline
Dikejar deadline pekerjaan bisa menyebabkan seseorang stres. Para peneliti di Jerman pun melihat bahwa stres memicu sakit kepala.

Untuk mengurangi stres dan sakit kepala, peniliti menyarankan Anda untuk melakukan yoga maupun meditasi.

Kemacetan lalu lintas
Siapa yang tidak stres menghadapi kemacetan lalu lintas? Keadaan stres kembali dihubungkan dengan sakit kepala.

Tak hanya stres, pemicu sakit kepala lainnya yaitu polusi asap kendaraan bermotor yang melepaskan nitrogen dioksida (NO2) ke udara. Penelitian di Kanada dan Israel melihat bahwa NO2 dapat memicu peradangan dan konstriksi pembuluh darah sehingga menyebabkan sakit kepala berat.

Petir
Pernahkah Anda merasa pusing ketika banyak kilat atau petir saat musim hujan? Tak jauh berbeda dengan asap kendaraan bermotor, petir atau kilatan juga melepaskan NO2 melalui reaksi elektrostatik. NO2 inilah yang dipercaya dapat memicu sakit kepala.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.