Kompas.com - 23/03/2015, 18:30 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

Sedikit dokter percaya bahwa testosteron harus dipertimbangkan sebagai pengobatan bagi pria yang memiliki diabetes tipe 2 terutama bagi yang berusia lanjut.
Namun, dalam penelitian besar yang dipublikasikan tahun lalu dalam jurnal Diabetes Care, menemukan bahwa pengobatan ini tidak memperbaiki kemampuan tubuh dalam mengubah gula menjadi energi, yaitu kunci dari diabetes.

4. Tidur cukup
Semakin cukup Anda tidur, semakin banyak testosteron yang tubuh Anda produksi. Penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan kurang tidur dapat menyebabkan kadar testosteron menurun sebesar 70 persen. Pada pria yang hanya tidur selama empat jam pada malam hari akan memiliki 60 persen kadar testosteron yang lebih rendah dalam darah jika dibandingkan dengan mereka yang tidur selama delapan jam.

5. Efek samping obat
Kadar testosteron dapat dipengaruhi oleh berbagai obat, termasuk beta blockers, analgesik opioid seperti morfin, steroid seperti prednisolon (yang biasanya digunakan untuk mengobati penyakit kulit dan osteoarthritis), serta beberapa jenis obat epilepsi.

"Jika setelah mengkonsumsi beberapa jenis obat tersebut Anda mengalami masalah dengan libido dan ereksi, maka Anda perlu menghubungi dokter untuk berkonsultasi," kata Dr Quinton.

Bagaimana dengan terapi sulih hormon?
Sejumlah klinik swasta akan menyarankan Anda untuk melakukan terapi tersebut, jika memang hasil tes darah menunjukkan kadar hormon yang rendah.

Namun menurut pedoman dari British Society for Sexual Medicine, sebelum mendapatkan pengobatan testosteron, maka Anda perlu melakukan tes darah secara berkala selama enam bulan.

Pria yang memiliki masalah seksual dengan kadar testosteron yang lebih rendah dari 12 nmol/l harus dipertimbangkan dalam proses pengobatannya, karena kondisinya sama dengan orang-orang yang mengalami diabetes, osteoporosis, riwayat penyakit jantung atau stroke, disfungsi ereksi atau depresi yang kadarnya rendah. Pria dengan kadar testosteron dibawah 8 nmol/l sudah pasti harus diobati.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Suplemen testosteron sangat tidak disarankan untuk  diberikan pada pria yang memiliki kanker prostat, gagal jantung atau penyakit jantung, karena dapat membuat kondisi kesehatan tambah memburuk.

Di sisi lain, suplemen testosteron juga bertindak sebagai alat kontrasepsi, maka sebaiknya suplemen ini tidak dikonsumsi oleh pria yang sedang melakukan  program untuk memiliki keturunan.

Ada beberapa bentuk suplemen testosteron, termasuk pil, ataupun implan yang diletakkan di bawah kulit. Namun, gel  dan suntikan intramuskular lebih unggul dibandingkan dengan jenis suplemen testosteron yang lainnya.

Gel yang dioleskan secara rutin pada bagian bahu, ketiak dan paha akan lebih mudah diserap ke dalam aliran darah. Sementara suntikan perlu diberikan setiap tiga bulan atau lebih, baik ke otot-otot paha ataupun pada bagian otot di bagian bawah. Hormon ini akan secara perlahan disebarkan oleh otot ke dalam tubuh.

Penggunaan gel sendiri memiliki beberapa keuntungan, dosis hariannya hampir sama sehingga seolah-olah tubuh memproduksinya secara alami. Namun penyerapannya ke dalam aliran darah cukup lambat sehingga disarankan agar Anda tidak langsung mandi atau berenang selama enam jam setelah Anda menggunakannya. (Monica Erisanti)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Sumber Dailymail
Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Insulinoma
Insulinoma
PENYAKIT
Demam Tifoid
Demam Tifoid
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Coccidioidomycosis

Coccidioidomycosis

Penyakit
7 Nutrisi yang Baik untuk Kesehatan Mata, Bukan Hanya Vitamin A

7 Nutrisi yang Baik untuk Kesehatan Mata, Bukan Hanya Vitamin A

Health
Prolaktinoma

Prolaktinoma

Penyakit
Berapa Lama Normalnya Wanita Mengalami Menstruasi?

Berapa Lama Normalnya Wanita Mengalami Menstruasi?

Health
Penis Bengkok

Penis Bengkok

Penyakit
Tentang Covid-19 varian Omicorn yang Harus Kamu Tahu

Tentang Covid-19 varian Omicorn yang Harus Kamu Tahu

Health
Labirinitis

Labirinitis

Penyakit
15 Gejala Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

15 Gejala Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

Health
Bipolar

Bipolar

Penyakit
11 Penyebab Bulu Mata Memutih, Bukan Hanya Penuaan

11 Penyebab Bulu Mata Memutih, Bukan Hanya Penuaan

Health
Penyakit Graves

Penyakit Graves

Penyakit
12 Penyebab Pembekuan Darah di Otak

12 Penyebab Pembekuan Darah di Otak

Health
Trypophobia

Trypophobia

Penyakit
4 Pantangan Makanan untuk Penderita Penyakit Prostat

4 Pantangan Makanan untuk Penderita Penyakit Prostat

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.