Kompas.com - 26/03/2015, 15:00 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com - Prevalensi penyakit tidak menular terus meningkat dan semakin mengkhawitrkan akibat buruknya gaya hidup masyarakat. Salah satu cara pencegahan penyakit ini adalah memperbaiki pola makan.

"Indonesia ini sedang menghadapi bencana gizi, ini bisa dilihat dari prevalensi penyakit tidak menular yang semakin cepat hanya dalam beberapa tahun terakhir ini," kata Prof.Abdul Razak Thaha, Ketua Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia, dalam acara pemaparan hasil riset asupan asam lemak esensial anak Indonesia yang diadakan oleh PT.Unilever Indonesia di Jakarta (25/3).

Untuk menekan jumlah penyakit tidak menular, Razak mengungkapkan perlunya modifikasi faktor risiko, salah satunya pola makan yang sehat dan seimbang.

"Saat ini mulai dari bayi sampai orang dewasa baru merasa modern kalau sudah mengonsumsi makanan industri," ujarnya.

Program pencegahan penyakit, imbuh Razak, juga bisa menghemat biaya kesehatan yang dikeluarkan negara. "Saat ini biaya BPJS sudah habis untuk mengobati 4 penyakit utama, yakni diabetes, kanker, ginjal, dan jantung," katanya.

Kementrian Kesehatan telah menerbitkan Permenkes No 30/2013 yang mewajibkan restoran siap saji dan produk makanan mencantumkan kandungan gula, garam, dan lemak. Aturan ini untuk mencegah konsumsi berlebih makanan pemicu kegemukan dan tekanan darah tinggi. Namun, aturan ini baru bisa efektif berjalan sekitar 3 tahun lagi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.