Kompas.com - 27/03/2015, 10:50 WIB
/Ilustrasi Shutterstock/Ilustrasi
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Anak-anak di era digital ini sangat piawai menggunakan berbagai perangkat elektronik atau gadget. Tak jarang, orangtua sengaja memberikan gadget agar anak-anak mereka lebih "anteng".

Rasa bersalah orangtua karena sibuk bekerja di kantor juga kerap menjadi alasan untuk menghadiahi gadget sejak dini pada anak-anaknya. "Gadget ini diberikan untuk menemani anak," kata psikolog anak dan keluarga Elizabeth T. Santosa dalam acara peluncuran buku pertamanya yang berjudul ‘Raising Children in Digital Era’ di Gramedia Matraman, Jakarta (25/03/15).

Psikolog yang akrab disapa Lizzie ini menambahkan, tak sedikit orangtua yang memberikan segala keinginan anak karena sudah kelelahan bekerja. Walau gadget juga memberikan manfaat bagi anak, tapi tanpa ada pengawasan dari orangtua, bukan tidak mungkin anak justru malah terpapar hal negatif.

“Tidak ada orangtua yang bermaksud jahat pada anaknya. Orangtua ingin anak senang dan mudah dihubungi melalui gadget. Tapi orangtua malah tidak paham fitur alat yang mereka berikan kepada anak," katanya.

Ia mengatakan bahwa orangtua juga harus melek teknologi agar bisa memahami dunia digital saat ini. Misalnya, orangtua tahu media sosial itu dipakai untuk apa oleh anak dan konten apa yang dilihat anak dan isi postingan anak.

Tanpa aturan dan kendali dari orangtua, anak-anak justru bisa kecanduan bermain gadget dan marah ketika "mainannya" diambil. “Banyak orangtua bercerita pada saya, kalau anak-anak mereka harus menonton film atau memainkan gadget sebelum makan atau tidur,” katanya.

Dalam bukunya yang diterbitkan oleh Elex Media Komputindo ini, Lizzie menjabarkan bahwa perkembangan teknologi mempengaruhi perkembangan motorik, fisik, neurologi, kognitif, moral, bahasa, dan sosial anak dalam kurun usia 2,5 tahun sampai 13 tahun. Aspek-aspek tersebut berperan penting dalam masa tumbuh kembang anak baik dalam diri mereka mau pun dengan lingkungan.

“Seringkali anak terperangkap dalam keasyikan media dan gadget, sehingga lupa melakukan interaksi dengan orang-orang di sekelilingnya,” katanya.

Dari segi fisik, ada anak yang mengalami obesitas bahkan malnutrisi akibat terlalu asyik bermain gadget sehingga kurang melakukan aktivitas fisik.

Meski demikian, perkembangan neurologi dan kognitif secara positif pun bisa diraih melalui gadget apabila orangtua mampu menambah wawasan, terlibat aktif, dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Saat ini sudah masuk di era digital, jadi sudah saatnya anak memang belajar. Orangtua pun dapat menggunakan media teknologi sebagai alat untuk memperkenalkan informasi baru pada anak,” ujarnya.

Selain membahas soal gadget, dalam bukunya Lizzie juga memaparkan bagaimana menerapkan pola asuh pada anak yang sudah mengenal internet dan video game. Ada juga contoh-contoh kasus adiksi teknologi pada anak yang pernah ia temui, serta tips bagi orangtua yang menghadapi masalah tersebut. (Purwandini Sakti Pratiwi)


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

Health
Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Health
Sindrom Steven-Johnson

Sindrom Steven-Johnson

Penyakit
Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Health
Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Health
Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Health
Apa Penyebab Kulit Kering?

Apa Penyebab Kulit Kering?

Health
4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

Health
8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

Health
Sindrom Asperger

Sindrom Asperger

Penyakit
Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.