Sinar Matahari, Penyebab Utama Kerusakan Kulit

Kompas.com - 28/03/2015, 12:00 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Tinggal di negara yang dekat khatulistiwa membuat orang Indonesia setiap hari terpapar sinar matahari. Walau memiliki banyak manfaat, tapi radiasi sinar ultraviolet merupakan penyebab berbagai kerusakan kulit, termasuk kanker.

Radiasi yang dipancarkan sinar matahari terdiri dari beberapa jenis, ada sinar ultraviolet A (UV A), ultraviolet B (UV B), dan ultraviolet C (UV C). Masing-masing memiliki panjang gelombang yang berbeda.

Menurut Kurniawati Kusnadi, Senior Manager Marketing Home and Personal Care Chemicals dari BASF, sekitar 98 persen radiasi UV A masuk ke bumi, sementara sinar UV B hanya 2 persen. "Sinar UV C tidak bisa masuk karena ditahan oleh ozon, makanya kita harus memelihara ozon karena radiasi UV C ini paling berbahaya," katanya dalam acara temu media bertajuk Your Skin Under the Sun, di Jakarta beberapa waktu lalu.

Sinar UV A sering dikatakan tidak begitu berbahaya karena paparan sinar ini akan menyebabkan penuaan dini. "Radiasi sinar UV A sebenarnya menembus kulit lebih dalam dan akan merusak kolagen dan dermis," katanya.

Gejala yang bisa terlihat akibat paparan sinar UV A ini antara lain bintik hitam di kulit atau hiperpigmentasi, serta kulit yang mulai kendur dan kusam.

Sementara itu paparan sinar UV B dalam waktu lama akan menyebabkan kulit terbakar (sun burn) yang ditandai dengan kulit merah, mengelupas, dan sakit jika disentuh. Paparan sinar UV B berlebihan juga bisa menyebabkan kanker.

Tubuh kita sebenarnya juga memiliki perlindungan alami terhadap sinar ultraviolet. "Semakin gelap kulit, makin sedikit jumlah sinar UV yang menembus kulit karena sinar ini akan diserap pigmen melanin," kata Dr.Joshita Djajadisastra, Ketua Himpunan Ilmuwan Kosmetika Indonesia, dalam acara yang sama.

Meski demikian, bukan berarti kita harus memusuhi sinar ultraviolet. Lindungi kulit dengan tabir surya yang memiliki perlindungan terhadap sinar UV A dan B atau kerap tertulis 'broad spectrum.'

Oleskan tabir surya setidaknya 30 menit sebelum beraktivitas di luar ruangan dan gunakan ulang setiap 2 jam sekali. Sebisa mungkin hindari paparan sinar matahari pada pukul 10-14 siang.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X