Kompas.com - 06/04/2015, 09:45 WIB
Gumpalan seperti telur rebus atau dikenal dengan istilah Peritoneal Loose Body ditemukan dalam perut seorang pria berusia berusia 62 tahun seperti dilaporkan dalam New England Journal of Medicine. Gumpalan seperti telur rebus atau dikenal dengan istilah Peritoneal Loose Body ditemukan dalam perut seorang pria berusia berusia 62 tahun seperti dilaporkan dalam New England Journal of Medicine.
|
EditorLusia Kus Anna


KOMPAS.com — Gumpalan seperti telur rebus ditemukan dalam perut seorang pria berusia 62 tahun. Pria itu sebelumnya mengeluh terus ingin buang air kecil selama 20 tahun, seperti ditulis dalam laporan kasus di New England Journal of Medicine. 

Setelah diperiksa dengan CT scan, ternyata dokter menemukan gumpalan dengan lebar 10 cm dan panjang 7,5 cm yang menekan kandung kemihnya. Sementara itu, berat gumpalan mencapai 220 gram. Gumpalan tersebut mengambang, teksturnya halus, padat, dan kenyal seperti telur rebus.


Dokter mengatakan bahwa gumpalan tersebut dikenal dengan istilah Peritoneal Loose Body. Gumpalan besar itu diduga terbentuk ketika epiploika atau kantong lemak yang terbungkus membran usus ini terlepas, kemudian menggumpal menjadi benjolan berserat dan padat.

Dalam laporan di jurnal yang sama, seorang dokter mengungkapkan bahwa hanya ada beberapa kasus serupa dalam literatur medis. Gumpalan yang lebarnya lebih dari 5 cm pun termasuk langka terjadi pada manusia.

Selain itu, Peritoneal Loose Body sering tidak memunculkan gejala saat ukurannya masih kecil. Ketika tumbuh besar, gumpalan itu dapat menghalangi usus, kandung kemih, hingga mendorong seseorang untuk terus buang air kecil.

Setelah gumpalan seperti telur rebus itu diangkat, pasien pun akhirnya terbebas dari masalah dorongan ingin buang air kecil terus-menerus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email


Sumber Dailymail
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X