Kompas.com - 10/04/2015, 15:10 WIB
Shutterstock
EditorLusia Kus Anna

PAYAKUMBUH, KOMPAS — Kejadian luar biasa difteri di Padang, Provinsi Sumatera Barat, menjadi pelajaran pentingnya imunisasi bagi semua anak secara lengkap. Akibat kasus yang baru pertama kali terjadi di Sumbar itu, imunisasi ulang harus dilakukan agar penyebaran penyakit tersebut tak meluas.

Menteri Kesehatan Nila F Moeloek meminta semua pihak, termasuk pemuka agama, agar mendukung terpenuhinya akses imunisasi. "KLB di Sumatera Barat terjadi antara lain karena ada anggapan imunisasi tak halal atau di kalangan menengah atas ada pandangan bisa menimbulkan autisme," ujarnya di Kota Payakumbuh, Sumbar, saat berpidato dalam "Deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan", Kamis (9/4). Turut hadir Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar Rosnini Savitri dan Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi.

Nila menegaskan, imunisasi penting untuk membentuk kekebalan tubuh anak agar tahan terhadap beragam penyakit berbahaya, termasuk difteri. Publik seharusnya tak perlu ragu mengingat vaksin merupakan hasil temuan sejak 1800-an.

Difteri adalah infeksi yang disebabkan bakteri Corynebacterium diphtheriae dan ditularkan dari orang ke orang, biasanya lewat cairan pernapasan seperti saat batuk atau bersin.

Status KLB ditetapkan di Padang, tempat difteri bermula, Februari lalu. Ada 62 orang yang dicurigai terinfeksi, 6 orang positif menderita difteri, dan 1 pasien meninggal.

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Mohamad Subuh mengatakan, pada Desember satu pasien positif difteri di Padang. Jumlah pasien bertambah sehingga Padang dinyatakan KLB difteri pada Februari. "Kami melaksanakan ORI (outbreak response immunization) atau imunisasi ulang," ujarnya.

Hal itu menimbulkan kerugian ekonomi negara karena harus mengucurkan dana Rp 15 miliar guna membiayai pengadaan vaksin bagi sekitar 700.000 anak balita dan 7-10 tahun. Dana itu belum termasuk biaya operasional dari pemerintah daerah. Total biaya imunisasi ulang di Sumbar diperkirakan Rp 30 miliar.

Menurut Rosnini, imunisasi ulang massal dilakukan di Padang dan kabupaten berbatasan, yaitu Padang Pariaman, Solok, dan Pesisir Selatan. Menurut analisis data, KLB difteri disebabkan target cakupan imunisasi tak tercapai. Dari target cakupan imunisasi kumulatif satu provinsi 90 persen, tahun lalu 77 persen, dan Padang 72 persen. (JOG)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Cacingan
Cacingan
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Penyebab Jerawat di Vagina?

Apa Penyebab Jerawat di Vagina?

Health
Vaginosis Bakterialis

Vaginosis Bakterialis

Penyakit
5 Cara Terapi Uap untuk Mengatasi Hidung Tersumbat

5 Cara Terapi Uap untuk Mengatasi Hidung Tersumbat

Health
Polisitemia Vera

Polisitemia Vera

Penyakit
Merasa Sakit di Bawah Payudara Kiri? Kenali Penyebabnya

Merasa Sakit di Bawah Payudara Kiri? Kenali Penyebabnya

Health
Oligomenore

Oligomenore

Penyakit
Mengapa Gigitan Nyamuk Terasa Gatal di Kulit?

Mengapa Gigitan Nyamuk Terasa Gatal di Kulit?

Health
Tromboflebitis

Tromboflebitis

Penyakit
Nyeri Lengan Kiri Bisa Jadi Gejala Serangan Jantung, Kenali Gejalanya

Nyeri Lengan Kiri Bisa Jadi Gejala Serangan Jantung, Kenali Gejalanya

Health
Bayi Berat Lahir Rendah

Bayi Berat Lahir Rendah

Penyakit
Bagaimana Penyakit Liver Bisa Menyebabkan Muntah Darah?

Bagaimana Penyakit Liver Bisa Menyebabkan Muntah Darah?

Health
Insufisiensi Aorta

Insufisiensi Aorta

Penyakit
10 Penyebab Darah Haid Sedikit, Bisa Faktor Usia sampai Penyakit

10 Penyebab Darah Haid Sedikit, Bisa Faktor Usia sampai Penyakit

Health
Limfoma Non-Hodgkin

Limfoma Non-Hodgkin

Penyakit
Awas, Sering Tahan Kecing Bisa Bikin Infeksi Saluran Kemih

Awas, Sering Tahan Kecing Bisa Bikin Infeksi Saluran Kemih

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.