Kompas.com - 13/04/2015, 17:00 WIB
EditorLusia Kus Anna

Orangtua Kiki lalu memutuskan untuk memeriksakan putranya itu di Singapura. Hasil
CT-Scan tidak membuahkan hasil yang jelas karena hanya tampak seperti benjolan. Barulah saat menjalani PET-Scan, diketahui rasa sakit yang timbul akibat kondrosarkoma yang kembali tumbuh.

“Kiki kembali disarankan untuk membuang rahang yang terkena kondrosarkoma, tapi lebih sedikit dibandingkan dengan operasi sebelumnya. Rahang penggantinya dari tulang rusuk. Kiki keberatan, tidak mau lagi dioperasi karena ia bingung bagaimana ia bisa makan kalau seluruh rahangnya diambil,” ungkap Rara.

Rara lalu berusaha mencari informasi pengobatan dan akhirnya membawa Kiki berobat ke Rumah Sakit Sakit Modern Guangzhou, Tiongkok. Pada bulan September 2014, Kiki akhirnya mencoba menjalani perawatan di sana. Ia mendapat pengobatan Transarterial Intercurrent Local Chemotheraphy atau JieRu, serta penanaman biji partikel sebanyak 40 buah.

“Saat biji partikel disuntik ke bagian yang ada tumornya, sempat merasa sakit ya karena suntikannya kena tulang,” imbuh Kiki.

Transarterial Intercurrent Local Chemotheraphy atau JieRu dilakukan dengan cara memasukkan selang kateter ke dalam pembuluh darah arteri hingga mendekat ke titik utama kanker. Melalui kateter, obat anti-kanker kemudian disuntikkan ke arteri terdekat yang menyuplai darah ke kanker sehingga langsung menyerang ke pusat tumor.

Pengobatan tersebut memakan waktu satu bulan dan sempat pulang ke Indonesia. Lalu, setelah 21 hari ia harus kembali ke Guangzhou untuk melanjutkan terapi JieRu selama 10 hari. Selama beberapa bulan ia harus bolak-balik ke Guangzhou hingga akhirnya proses pengobatan selesai pada Januari 2015.

Saat ini kondisi Kiki sudah mulai pulih dan rahangnya tidak jadi diangkat. Pada Maret lalu, dia menjalani PET-Scan dan hasilnya menunjukkan bahwa kankernya sudah hilang. Kiki saat ini hanya mengonsumsi obat-obatan herbal, memperbanyak makan sayur, suplemen spirulina, dan tidak mengonsumsi makanan dibakar serta gorengan. (Purwandini Sakti Pratiwi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.