Kompas.com - 15/04/2015, 18:07 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Dalam sehari kita dianjurkan untuk mengonsumsi 3-5 porsi buah dan sayur. Sayangnya, banyak alasan dikemukakan yang membuat asupan buah berkurang. Mulai dari bosan, tidak sempat membeli buah, dan sejumlah alasan lainnya. Namun, kehadiran produk buah dalam jeli bisa menjadi alternatif lain untuk membantu menambah asupan buah. 

Buah menjadi salah satu sumber makanan yang mesti diasup setiap hari. Kandungan serat, vitamin, maupun antioksidan yang ada di dalamnya, membantu menjaga kesehatan tubuh.

Pilihan buah di Indonesia sebenarnya sangat beragam. Hanya saja, mobilitas orang-orang (terutama yang tinggal di perkotaan) yang demikian tinggi, membuat mereka tak sempat menyantap buah. "Tetapi, untuk mau hidup sehat itu, memang harus ada effort," ujar Emilia Achmadi, MS, RD.  

Satu upaya yang jelas, tentu saja dengan membeli dan menyiapkan untuk kemudian disantap. Sejumlah buah memang perlu dikupas dan dipotong-potong terlebih dulu sebelum dikonsumsi sehingga perlu waktu sedikit lebih lama dalam menyiapkannya. Bisa jadi, karena itu pula, orang jadi enggan mengonsumsi buah. 

Selain itu, buah-buahan lain yang digemari, harganya relatif lebih mahal karena tergolong buah impor. Jadilah, konsumsi buah kian berkurang. 

Supaya tidak bosan, enggan, atau merasa harga buah terasa agak mahal, bisa dibuat variasi. Misalnya saja, selain mengonsumsi buah segar lokal, sesekali bisa diselingi dengan produk buah dalam jeli. 

Memadukan buah dengan jeli sebenarnya sudah dilakukan oleh Emilia sejak lama. Makanan tersebut dibuat untuk disantap oleh anak-anaknya.

"Dulu saya membuat sendiri buah dalam jeli. Saya buat jeli dari yang bubuk atau lembaran itu, lalu dicampurkan dengan buah," ujar ahli gizi lulusan Oklahoma State University ini saat peluncuran Tarami FruitMarket di Jakarta (15/04).

Kemunculan produk buah dalam jeli ini tentunya akan menjadi alternatif yang mempermudah Anda dalam asupan buah dan serat. Buahnya pun cukup menarik, yaitu bluberi, peach, serta jeruk mandarin.

Tetapi, produk buah dalam jeli ini sebaiknya tidak dikonsumsi setiap hari. Salah satu pertimbangannya adalah karena adanya kandungan gula di dalam produk tersebut. Di label kemasan produk tertera kandungan gula adalah 24 gram untuk takaran saji satu cup berukuran 115 gram. Kandungan gula ini, sudah 'mengambil' hampir setengah jatah harian Anda (untuk mereka dengan perhitungan kebutuhan energi 2.000 Kalori). 

Sebagai pertimbangan, Emilia menyebutkan batasan konsumsi gula dalam satu hari adalah 50 gram. "Satu sendok makan gula berkisar 14-16 gram, berarti 50 gram sekitar 3 sendok makan gula," ujar Emilia.

Nah, kalau jatah gula sudah banyak terpakai, maka makanan lain yang mengandung gula (apalagi yang kandungannya cukup tinggi), mesti dikurangi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.