Kompas.com - 20/04/2015, 10:00 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Memperlihatkan gambar minuman beralkohol ataupun adegan menenggak minuman tersebut sepertinya jamak ditemui dalam film-film Hollywood. Ya tidak hanya film Hollywood saja sih, film dari negara lain juga ada yang menunjukkan adegan tersebut. Sayangnya, paparan minuman beralkohol memberi pengaruh negatif bagi anak remaja. 

Studi yang dilakukan terhadap remaja berusia 15 tahun di Inggris menunjukkan, mereka yang paling terpapar dengan pemakaian alkohol di film yang ditonton, lebih cenderung untuk mencoba mengonsumsi alkohol. Mereka juga dua kali lebih cenderung mengalami mabuk-mabukkan. 

Hasil studi ini, dikatakan para peneliti sejalan dengan hasil penelitian dari Amerika Serikat, Eropa, dan tempat lain yang menghubungkan antara menonton penggunaan alkohol di film dengan kejadian mengonsumsi minuman beralkohol. Konsumsinya bisa rutin, mereka mabuk-mabukkan, dan mengalami masalah terkait dengan alkohol. 

Hasil tersebut diperoleh setelah Andrea Waylen, dari School of Oral and Dental Sciences, Bristol, Inggris menganalisis data dari studi jangka panjang pada anak yang lahir antara tahun 1991-1992 di Bristol.

Di usia 15 tahun, lebih dari 5.000 anak menyelesaikan wawancara berbasis komputer setelah melihat film kontemporer populer yang dipilih secara acak. Periset membuat kode untuk lamanya waktu pemakaian alkohol di setiap film. Kemudian menghitung jumlah dari yang dilihat anak berdasarkan jawabannya. 

Mereka yang paling sedikit terpapar dengan gambar alkohol, menonton film 27 menit atau kurang. Kelompok berikutnya yang tertinggi menonton film 28-44 menit, lalu 45-63 menit, dan yang menonton paling banyak, melihat lebih dari 63 menit. 

Dalam wawancara via komputer tersebut, mencakup pertanyaan tentang riwayat pribadi dari penggunaan alkohol, pemakaian baru-baru saja, mabuk-mabukan, dan masalah terkait alkohol dengan sekolah, kerja, atau polisi. Ditanyakan pula tentang kebiasaan merokok, perilaku mengonsumsi alkohol teman sebaya, dan pertanyaan yang mengukur 'sensasi mencari'.

Faktor lain seperti kebiasaan orang tua mengonsumsi alkohol, sosioekonomi, serta gangguan pemusatan perhatian juga diperhitungkan. Dengan sejumlah faktor yang dipertimbangkan tersebut, anak-anak yang berada dalam kelompok paparan konsumsi alkohol tertinggi pada film, 20 persen cenderung untuk mencoba alkohol dibandingkan dengan kelompok yang memiliki paparan paling rendah. 

Mereka dengan paparan film tertinggi, dua kali lebih sering mengonsumsi minuman beralkohol setiap minggu, mabuk, dan mengalami masalah yang berhubungan dengan alkohol.

"Kami telah menghitung paparan alkohol di film. Tetapi ukuran lebih akurat diperlukan guna menambahkan paparan alkohol di televisi, online, majalah, dan iklan," urai Waylen.

Berbeda dengan produk rokok yang diatur tersendiri, penempatan alkohol dalam film, ditambahkan Dr. Hanewinkel, hanya tunduk pada panduan peraturan internal dari industri. Yang dikatakan Dr. Hanewinkel, tidak cukup untuk melindungi anak. 

Orang tua, ditambahkan Waylen, perlu mendiskusikan tentang pro-kontra penggunaan alkohol kepada anak-anaknya. Mereka perlu memberikan edukasi yang tepat dan, bila diperlukan, memberlakukan pembatasan. 

Alkohol, lanjut Waylen, bisa memiliki efek berlawanan terhadap kehidupan seseorang. Tidak hanya bagi yang mengonsumsinya, tetapi juga bagi keluarga serta masyarakat sekitar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.