Kompas.com - 20/04/2015, 16:00 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com –  Alergi protein susu sapi merupakan jenis alergi yang cukup banyak diderita anak. Berdasarkan data dari Diagnosis dan Tata Laksana Alergi Susu Sapi Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia tahun 2014, sebanyak 1 dari 13 anak menderita alegi susu sapi.

Susu sapi yang tak pernah masuk ke dalam tubuh sebelumnya, bisa dianggap sebagai benda asing bagi anak-anak. Gejala alergi yang ditimbulkan bisa berupa kemerahan di pipi, kembung, sering buang angin, dan diare.

Lantas bagaimana mengatasinya? Dokter Spesialis Anak yang juga Ketua Divisi Alergi Imunologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM Zakiudin Munasir mengatakan, pastikan terlebih dahulu jenis alergi anak dengan melakukan pemeriksaan ke dokter anak.

Jika anak terbukti alergi protein susu sapi, hentikan konsumsi susu sapi. Produk dari protein susu sapi seperti keju dan mentega sebaiknya juga dihindari.

Sebagai penggantinya, anak bisa diberikan susu formula dengan protein terhidrolisat parsial (P-HP) dan protein terhidrolisat penuh.

“Pemberian nutrisi bagi anak bisa dengan formula hidrolisat penuh, formula asam amino atau formula isolat protein kedelai atau soya,” terang Zaki dalam diskusi di Jakarta, Jumat (17/4/2015).

Alergi bisa disebabkan oleh faktor genetik dan lingkungan. Alergi pun bisa dicegah, terutama dengan pemberian ASI eksklusif minimal 6 bulan pada bayi. ASI merupakan makanan dengan gizi seimbang yang diperlukan untuk sistem imun bayi.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Mencegah Penularan Cacar Monyet?

Bagaimana Mencegah Penularan Cacar Monyet?

Health
Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Health
Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Health
Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Health
7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

Health
6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

Health
5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

Health
Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Health
6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

Health
8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

Health
Apakah Mata Belekan pada Bayi Normal?

Apakah Mata Belekan pada Bayi Normal?

Health
Kanker Payudara Stadium 1, Apa Bisa Sembuh?

Kanker Payudara Stadium 1, Apa Bisa Sembuh?

Health
9 Herbal Penghilang Rasa Sakit Alami

9 Herbal Penghilang Rasa Sakit Alami

Health
10 Cara Mengobati Ambeien Secara Alami

10 Cara Mengobati Ambeien Secara Alami

Health
Kapan Waktu yang Tepat untuk Cabut Gigi Bungsu?

Kapan Waktu yang Tepat untuk Cabut Gigi Bungsu?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.