Kompas.com - 22/04/2015, 17:21 WIB
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam kondisi darurat atau bencana, air bersih merupakan kebutuhan primer yang seringkali sulit dipenuhi. Padahal penggunaan air yang terkontaminasi bisa menjadi sumber penularan penyakit.

“Dalam keadaan darurat, penyakit dari air kotor sangatlah cepat dan berbahaya sehingga bisa  mencancam nyawa,” ungkap Allison Tummon, pemimpin program P&G Children’s Safe Drinking Water (CSDW) dalam perayaan program P&G CSDW di Jakarta, Selasa (21/4/15).

Salah satu terobosan yang sudah dilakukan oleh P&G adalah menciptakan bubuk pemurni air yang selama 10 tahun terakhir ini telah dipakai. Dengan bubuk ini, air bersih yang seringkali langka dalam kondisi darurat, bisa tersedia dalam waktu singkat.

Bubuk P&G Purifier of Water mengandung dua bahan utama, yakni iron sulphate berupa 352 miligram feri klorida (ferric iron) dan klorin berupa kalsium hipoklorit (kaporit) dengan konsentrasi sebesar 0,546 persen. Bubuk dalam satu sachet seberat 4 gram ini dapat digunakan untuk air sebanyak 10 liter.

“Feri klorida ini yang akan menarik kotoran-kotoran dalam air. Kemudian kalsium hipoklorit berfungsi sebagai disinfektan air. Keduanya merupakan bahan yang digunakan di seluruh dunia untuk treatment pada air,” jelas Allison.

Bubuk tersebut dapat digunakan pada berbagai jenis air dan kontaminasi apapun. Allison juga mengklaim bahwa tidak ada efek samping dari air hasil pemurnian tersebut. Zat yang tersisa dalam air hanya klorin, namun dikatakan masih pada batas aman berdasarkan aturan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Allison bersama Guru Naik, National Director ChildFund Indonesia mendemonstrasikan bagaimana bubuk ini bekerja. Mereka mencoba membersihkan air keruh berwarna cokelat yang kemudian dapat diminum langsung.

“Untuk melakukan proses pemurnian ini, aduk bubuk dan air dalam wadah selama 5 menit, lalu diamkan air yang sudah tercampur obatnya selama 5 menit. Kotoran yang ada dalam air akan menggumpal dan mengendap. Selanjutnya air perlu disaring dengan kain katun 100 persen yang tidak berlubang untuk mencegah kotoran mencampuri kembali air yang sudah dimurnikan,” papar Allison.

Kemudian didiamkan air selama 20 menit supaya klorin bekerja membunuh bakteri, parasit, polutan, dan zat berbahaya yang ada. Jangan gunakan air apabila masih berwarna kuning. Jika air sudah jernih, air sudah siap minum.

Tidak dijual bebas
Bubuk pemurni air ini tercipta dari kerja sama ilmuwan P&G dengan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, serta pakar kesehatan masyarakat lainnya untuk mengetes bubuk ini pada berbagai jenis air. Akan tetapi, produk yang diproduksi di Singapura ini tidak dijual secara bebas.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.