Kompas.com - 24/04/2015, 13:41 WIB
|
EditorDian Maharani

JAKARTA, KOMPAS.com – Beberapa anak akan mengalami demam setelah imunisasi atau diberi vaksin. Orangtua tak perlu khawatir yang berlebihan hal ini terjadi. Demam merupakan salah satu reaksi yang wajar setelah anak divaksin.

Anggota Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia Sri Rezeki Hadinegoro mengatakan, demam yang ditimbulkan setelah pemberian vaksin biasanya tidak tinggi. Setelah minum obat penurun panas, suhu tubuh anak bisa kembali normal.

Sri menjelaskan, ada vaksin hidup dan vaksin mati. Vaksin yang berisiko menimbulkan demam, yaitu vaksin DPT (difteri pertusis tetanus).

“Efek samping harus dijelaskan pada orang tua. Ini hanya sementara. Kalau vaksin hidup bisa terjadi perilaku seperti penyakitnya. Misalnya campak, kan gejalanya ada demam. Vaksin hidup mengandung bakteri atau virus yang sudah dilemahkan. Kalau vaksin mati pelarutnya yang bikin panas, bukan virus atau bakterinya,” terang Sri.

Tetapi, jika terjadi demam lebih dari dua hingga tiga hari, bawalah anak ke dokter. Beritahukan pula hal ini pada petugas kesehatan yang melakukan imunisasi.

Sri menegaskan, imunisasi adalah cara terbaik untuk melindungi anak dari penyakit, seperti polio, hepatitis B, difteri, campak, tetanus, hingga meningitis. Demam hanyalah efek samping sementara.

Ia menyayangkan jika ada orangtua yang tidak memberikan imunisasi karena takut anak menjadi demam. Padahal, jika anak tidak diimunisasi, jutru berisiko menderita penyakit yang menyebabkan kecacatan hingga kematian tersebut. Biaya untuk pengobatan penyakit pun akan lebih mahal.

Saat ini, ada 7 vaksin yang diberikan gratis oleh pemerintah. Pemerintah bahkan mewajibkan anak mendapatkan imunisasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Cara Menyusui Bayi?

Bagaimana Cara Menyusui Bayi?

Health
Manfaat Pemberian ASI Bagi Bayi dan Ibu

Manfaat Pemberian ASI Bagi Bayi dan Ibu

Health
7 Manfaat Vitamin B Kompleks untuk Kesehatan

7 Manfaat Vitamin B Kompleks untuk Kesehatan

Health
12 Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Mengatasinya

12 Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Mengatasinya

Health
Apa yang Perlu Diketahui dari Kasus Hepatitis Misterius pada Anak?

Apa yang Perlu Diketahui dari Kasus Hepatitis Misterius pada Anak?

Health
Bagaimana Mencegah Penularan Cacar Monyet?

Bagaimana Mencegah Penularan Cacar Monyet?

Health
Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Health
Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Health
Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Health
7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

Health
6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

Health
5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

Health
Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Health
6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

Health
8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.