Kompas.com - 28/04/2015, 18:27 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com — Penasihat Komisi Nasional Pengendalian Tembakau, Kartono Muhammad, menilai peringatan bergambar atau pictorial health warning (PHW) pada bungkus rokok di Indonesia masih kurang menyeramkan.

Kartono membandingkannya dengan gambar bungkus rokok di luar negeri. "Di negara lain ada yang gambar jenazah, seperti di Inggris," kata Kartono di Jakarta, Selasa (28/4/2015).

Menurut dia, tujuan utama adanya PHW adalah mencegah munculnya perokok baru. Gambar seram pada bungkus rokok diharapkan dapat membuat remaja berpikir dua kali untuk mulai merokok.

"PHW ini diterapkan dan ditujukan agar jangan ada anak muda yang merokok. Tujuannya mengurangi konsumsi rokok," kata Kartono. Selain adanya PHW, menurut Kartono, harga rokok dan cukai juga harus dinaikkan. Rokok pun harus dilarang jadi sponsor suatu acara.

Menurut dia, Pemerintah Indonesia sudah sangat lunak terhadap produsen rokok. Meski demikian, banyak produsen rokok yang tidak mematuhi peraturan, seperti masih beredarnya bungkus rokok tanpa PHW, ataupun PHW yang ditutup pita cukai. Pemerintah pun dinilai kurang tegas dalam menindak produsen rokok yang melanggar peraturan.

"Pemerintah bikin peraturan, tetapi dilecehkan. Sampai sekarang tidak ada ketegasan menindak karena saling lempar," kata dia. Padahal, rokok sudah jelas membahayakan kesehatan. Tidak ada satu pun manfaat dari merokok.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.