Kompas.com - 04/05/2015, 07:10 WIB
EditorLusia Kus Anna

"Waktu itu saya sedang senang-senangnya bulu tangkis, terus saya perhatiin lawan yang napasnya kuat itu karena mereka tidak merokok," ujar Lasiyo.

Walaupun awalnya terasa berat menghentikan kebiasaan merokok, Lasiyo mampu bertahan karena niat yang teguh. Akhirnya, ia sama sekali tak nyaman dengan bau dan rasa rokok. "Saya juga tak mengizinkan tamu merokok di dalam mobil taksi walaupun dengan jendela terbuka," kata Lasiyo yang sampai sekarang masih rutin berolahraga bulu tangkis.

Cara berhenti

Dokter spesialis kedokteran jiwa dari Klinik Berhenti Merokok RS Persahabatan, Tribowo T Ginting, Rabu (22/4), di Jakarta, mengatakan, rokok menyebabkan adiksi karena menimbulkan rasa nyaman. Efek yang ditimbulkan rokok, kata Tribowo, serupa dengan efek yang ditimbulkan morfin sehingga orang selalu melakukannya secara berulang.

Kecanduan pada rokok semakin sulit dihentikan karena ada faktor pendukung, antara lain perilaku orang di sekitar yang juga merokok. Selain itu, ada juga paparan iklan rokok yang memberikan sugesti bahwa merokok itu macho (bagi laki-laki) atau merupakan bagian dari gaya hidup orang- orang sukses.

Agar berhasil berhenti merokok, Tribowo mengatakan, motivasi memegang peran terpenting. "Tetapi setelah ada motivasi pun masih harus menilai diri sendiri untuk mengukur sejauh mana kesiapan berhenti merokok. Apakah benar-benar sudah siap atau masih ragu-ragu," ujar Tribowo.

Dukungan keluarga dapat ikut membantu seseorang untuk sanggup berhenti merokok. Misalnya dengan mengingatkan orang yang berniat berhenti merokok itu agar tetap teguh pada niatnya. Mereka juga bisa dibantu dengan menghindarkan hal yang mendorong merokok. "Misalnya dengan tidak menyediakan asbak," kata Tribowo.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Prof dr Tjandra Yoga Aditama menambahkan, terdapat tiga cara untuk berhenti merokok, yaitu berhenti sendiri tanpa menggunakan obat, menempuh upaya konseling atau konsultasi dan terapi berkelompok, dan berhenti dengan menggunakan obat.

"Upaya berhenti tanpa menggunakan obat dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu langsung berhenti total atau mengurangi secara bertahap, lalu berhenti," kata Yoga.

Sementara upaya konsultasi atau terapi berkelompok biasanya dilakukan oleh dokter atau petugas kesehatan melalui beberapa tahapan. Hal ini bisa didukung dengan penyediaan lingkungan bebas asap rokok dan berbagai kebijakan yang mendukung upaya berhenti merokok.

"Jika menggunakan obat, beberapa obat yang umum diberikan untuk berhenti merokok adalah nicotine replacement therapy yang terdiri dari lima bentuk obat yang berbeda, obat antidepressant yang juga berfungsi untuk mengobati pasien depresi, serta clonidine (obat hipertensi yang juga digunakan untuk berhenti merokok) dan varenicline yang bekerja dalam proses kerja nikotin dan reseptornya," ujar Yoga.

Intinya, ketika tekad berhenti merokok sudah ditetapkan, jalan untuk mewujudkannya akan didapat. (Nur Hidayati/Dwi As Setianingsih)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.