Kompas.com - 04/05/2015, 11:50 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com- Kalau Anda merasakan sakit kepala yang tegang, ada baiknya mengecek kekuatan otot pada leher dan bahu. Sebab menurut riset terbaru, mereka dengan ketegangan sakit kepala rupanya memiliki otot leher dan bahu yang lebih lemah.  

Para periset menjumpai bahwa otot leher dan bahu pada orang dengan ketegangan sakit kepala (tension headache) 26 persen lebih lemah dibandingkan  yang tidak mengalami sakit kepala tersebut. Pada mereka juga dijumpai ketidakseimbangan kekuatan di antara sekumpulan otot yang berfungsi untuk menahan kepala tetap tegak. 

Studi sebelumnya menunjukkan bahwa kekuatan dan kelemahan otot dihubungkan dengan ketegangan sakit kepala. Demikian dituliskan Bjarne H. Madsen, penulis utama studi terbaru ini dan koleganya dalam jurnal Cephalgia

Mereka dengan tension headache ini merasa seperti ada tali yang dililitkan secara kencang di kepala. Meski tidak terlalu nyeri seperti yang dirasakan pada sakit kepala kluster ataupun migrain yang cenderung menyerang satu sisi kepala.

Sakit kepala kluster kerap dibarengi dengan sinus atau hidung meler, sementara migrain dapat menimbulkan nyeri sedang hingga berat, terasa berdenyut serta kadangkala diiringi mual dan atau muntah plus sensitif terhadap cahaya dan suara. 

Studi terbaru membandingkan antara 60 orang dewasa dengan ketegangan sakit kepala terhadap 30 individu sehat. Pasien tersebut pernah mengalami sakit kepala selama 8 hari atau lebih dari 30 hari dengan migrain tidak lebih dari tiga kali. 

Oleh para periset, otot ekstensor leher partisipan dites saat kepala mereka bersandar. Sementara otot fleksor leher dites ketika mereka menekuk kepala ke depan. Kekuatan dari otot trapezius yang berada di leher belakang hingga bahu juga dites. 

Mereka yang sehat dalam studi ini memiliki ekstensi otot 26 persen lebih kuat dibandingkan dengan yang mengalami tension headache. Rasio kekuatan otot ekstensi dan fleksor pun 12 persen lebih besar pada kelompok pembanding yang sehat. 

Madsen, fisioterapis di Danish Headache Center, Glostrup, mencatat bahwa ketika otot ekstensor leher lebih lemah, otot fleksor lebih kuat. Kondisi ini bisa dikarenakan mereka kerap menjulurkan kepala ke depan.

Studi terdahulu, lanjut Madsen yang juga mahasiswa doktor di University of Southern Denmark, menjumpai bahwa postur kepala yang condong ke depan dengan eksteni leher yang lebih lemah bisa berkontribusi terhadap ketegangan sakit kepala. 

"Ini termasuk penggunaan komputer, laptop, dan tablet yang telah meningkat pemakaiannya di tahun-tahun terakhir yang juga menambah waktu duduk dengan postur kepala yang lebih menjulur ke depan," imbuhnya. Latihan penguatan bahu, pada penelitian sebelumnya seperti dikatakan Madsen dapat membantu mengurangi nyeri leher.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.