Kompas.com - 11/05/2015, 08:15 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com — Ibu hamil memang tidak disarankan untuk bersikap pasif dan hanya duduk-duduk santai seharian. Akan tetapi, saat mengandung, ibu tetap perlu mengurangi aktivitasnya. Salah satunya, menghindari berdiri terlalu lama. Entah berdiri terlalu lama di angkutan umum, seperti kereta api, berdiri terlalu lama karena tuntutan profesi, atau karena saat melakukan rutinitas sehari-hari.

Menurut para peneliti dari Belanda, ibu hamil yang pekerjaannya mengharuskan ia berdiri terlalu lama atau lebih dari 40 jam dalam seminggu berisiko tinggi memiliki bayi yang lebih kecil. Berdiri terlalu lama dipercaya juga berpengaruh negatif pada perkembangan bayi.

Dalam penelitian yang dimuat dalam jurnal Occupational and Environmental Medicine, para peneliti mengungkapkan kaitan antara lingkungan pekerjaan dan ukuran bayi. Beberapa jenis profesi yang mengharuskan seseorang berdiri lama antara lain guru, koki, kasir, peneliti, dan perawat.

Penelitian dilakukan terhadap 4.600 perempuan, dan para responden diwawancara untuk mengetahui kondisi pekerjaan mereka, misalnya berapa lama mereka berdiri, berjalan, atau jam kerja mereka setiap harinya. Peneliti juga mengecek kondisi bayi di kandungan. Setelah bayi lahir, mereka mengukur berat badan, panjang, dan lingkar kepala para bayi itu.

Hasilnya menunjukkan, ibu hamil yang setiap harinya terlalu lama berdiri melahirkan bayi yang ukuran kepalanya satu sentimeter lebih kecil dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak terlalu lama berdiri.

Selain itu, wanita yang bekerja lebih dari 40 jam setiap minggu juga cenderung memiliki bayi dengan lingkar kepala kecil dibanding mereka yang bekerja 25 jam per minggu.

Memang belum diketahui apakah ukuran kepala bayi yang kecil itu berdampak jangka panjang. "Memang belum jelas, tetapi ada indikasi bahwa lingkar kepala yang kecil berdampak negatif pada perkembangan otaknya," kata Alex Burdorf dari Erasmus University Medical Center.

Kendati begitu, Burdorf menekankan bahwa bekerja dan tetap aktif selama hamil bukanlah hal yang perlu dihindari. Malah, ibu yang tetap aktif lebih sedikit mengalami komplikasi kehamilan dan persalinan dibanding dengan ibu hamil yang malas bergerak.

Yang tidak kalah penting adalah perlunya mendengar apa yang dikatakan tubuh. Jika tubuh sudah merasa lelah dan timbul sedikit saja rasa sakit, beristirahatlah. Bila timbul keluhan, konsultasikan hal tersebut kepada dokter.

Jadi, jika Anda berada di angkutan umum, untuk menghindari kondisi berdiri terlalu lama, cobalah meminta dengan sopan kepada penumpang lain untuk bergiliran duduk, terutama pada perjalanan yang membutuhkan waktu lama.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.