Kompas.com - 18/05/2015, 09:54 WIB
|
EditorLusia Kus Anna


KOMPAS.com
-  Para peneliti dari University of Surrey di Inggris berhasil mengembangkan cara baru untuk mendeteksi pengguna narkoba jenis kokain. Jika sebelumnya pengujian hanya terbatas pada apakah mereka pernah menyentuh kokain, kali ini dapat memastikan bahwa kokain dikosumsi atau tidak.

Menggunakan teknik kimia analitik yang disebut spektrometri massa, para peneliti menguji sidik jari peserta yang sebelumnya telah menghadiri layanan terapi penggunaan narkotika. Untuk menguji keakuratannya, sampel sidik jari dibandingkan dengan sampel air liur.

Peneliti utama, dokter Melanie Bailey yang juga dosen forensik di Universitas Surrey menilai tes terbaru ini akan lebih efektif dibanding tes urine maupun darah. Hanya membutuhkan waktu sekitar 2 menit untuk menganalisis hasil sampel sidik jari.

"Tes sidik jari begitu cepat dibandingkan dengan urin, darah atau bahkan air liur. Anda dapat menempatkan sidik jari hanya dalam beberapa detik," kata Bailey seperti dikutip dari Foxnews.com.

Penelitian yang juga melibatkan ahli forensik dari Belanda, National Physical Laboratory, King College London dan Sheffield Hallam University di Inggris ini juga menunjukkan hasil tes sidik jari yang akurat.

Menurut Bailey, dengan metode ini juga tidak mungkin terjadi pemalsuan data. Metode ini menggunakan pelarut khusus yang disebut Desorption Electrospray Ionization (DESI) untuk mendeteksi bahan kimia benzoylecgonine dan methylecgonine yang terdapat dalam tubuh pengguna kokain. DESI ini pun pertama kalinya digunakan untuk membuktikan pengguna narkoba.

Bailey berharap tes baru yang hasil penelitiannya telah diterbitkan dalam jurnal Analyst FOX ini dapat diterapkan secara luas di penjara, pengadilan, maupun lembaga penegak hukum lainnya.

Namun, menurut dia penelitian lebih lanjut masih diperlukan. Peneliti ingin alat tes narkoba dengan sidik jari dapat dibawa ke mana pun atau portabel sehingga mudah digunakan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.