Kompas.com - 02/06/2015, 11:13 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

"Kita harus lebih kreatif, lebih sensitif dengan kebutuhan pelaku usaha dan bagaimana mereka usaha mereka berkembang dan produknya aman dikonsumsi, berkhasiat dan bermutu," jelasnya.

BPOM berjanji akan bekerjasama dengan kementerian dan lembaga terkait untuk membantu para pelaku usaha jamu atau herbal agar bisa meregistrasi produk-produknya. Akan tetapi registrasi tersebut dilakukan dengan kaidah yang benar.

"Tentu tidak bisa yang penting cepat, bukan itu. Jadi proses bagaimana dia memenuhi standar itu berlaku, sehingga harus ada pembinaan," pungkas Roy.

Sementara itu Dirut PT Sidomuncul Irwan Hidayat mengatakan, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang jamu perlu terus dilakukan oleh pemerintah, akademisi, dunia usaha dan masyarakat. Yakni dengan saintifikasi jamu dalam hal ini penelitian berbasis pelayanan kesehatan.

"Salah satunya kami lakukan seminar-seminar herbal. Kami berharap dunia kedokteran memiliki wawasan luas mengenai perkembangan industri jamu, penelitian jamu dan juga penggunaan jamu untuk pelayanan kesehatan," kata Irwan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.