Kompas.com - 10/06/2015, 12:45 WIB

KOMPAS.com - Walau secara legal kita hanya mengenal dua jenis kelamin, pria dan wanita, tapi secara medis sebenarnya ada banyak keragaman seksual. Keengganan masyarakat untuk menerima orang-orang yang punya preferensi seksual berbeda ini kerap menimbulkan tekanan jiwa bagi orang yang memilikinya.

Transjender atau orang yang merasa jenis kelaminnya tidak sesuai dengan apa yang mereka rasakan, seperti halnya orang yang punya orientasi seksual sesama jenis, sering membutuhkan konseling dari psikolog atau psikiater.

Banyak dari mereka yang merasa depresi dan cemas karena akan dikucilkan oleh masyarakat. Namun kecemasan terbesar adalah mereka akan ditolak oleh orang yang mereka cintai.

"Banyak orang yang harus menghadapi kecemasan atau depresi ketika mereka merasa tidak dapat menjadi siapa mereka yang sebenarnya," kata Helen R.Friedman PhD, psikolog yang banyak menangani identitas jender dan transjender.

Selain bergulat dengan diri sendiri, diskrimnasi yang mereka terima juga bisa memicu depresi, penyalahgunaan alkohol dan obat terlarang, bahkan gangguan mental yang membutuhkan terapi.

Bagi sebagian, keputusan untuk menjadi diri sendiri membawa rasa lega dan kebanggaan. Charles (Chloe) Anderson, adalah transjender wanita di Floria, AS. Selama bertahun-tahun ia membenci dirinya sendiri dan takut tak ada seorang pun yang bisa memahami dirinya. Akhirnya ia mengikuti sesi konseling dan berani membuka dirinya.

Keluarganya memang tidak mendukungnya, tapi Anderson merasa hidupnya lebih baik. Ia lalu mengikuti terapi hormonal dan makin yakin untuk mengubah identitasnya secara legal.

"Itu memberi rasa kebanggaan. Mengetahui bahwa pada level paling dasar saya bisa menerima diri saya apa adanya sungguh membantu saya membangun hidup baru," kata Anderson.

"Kebahagiaan dan kelegaan yang dirasakan seseorang begitu mereka hidup dengan jender yang sebenarnya akan membantu mereka maju dalam aspek hidupnya yang lain," kata Friedman.

Mantan atlet Olimpiade cabang olahraga dekatlon Bruce Jenner juga baru-baru ini mengguncang dunia maya saat ia menampilkan identitas barunya sebagai wanita bernama Caitlyn Jenner.

"Saya merasa sangat bahagia setelah upaya bertahan yang sangat lama untuk bisa hidup menjadi diri sendiri. Selamat datang ke dunia, Caitlyn. Tidak sabar untuk mengenalnya/aku," tulis Caitlyn di akun twitternya.

Ketika belum memutuskan untuk menjadi seorang wanita, Caitlyn menyatakan bahwa ia harus mengungkapkan kebohongan setiap hari. Identitas yang dirasakannya bahwa ia adalah seorang wanita adalah sebuah rahasia. "Selalu ada rahasia, namun Caitlyn tidak memiliki rahasia," ujarnya.

Baca tentang

Sumber WEBMD
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X