Kompas.com - 11/06/2015, 17:30 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com – Jika Anda sering mengonsumsi soda diet, ada baiknya mulai mengurangi, bahkan berhenti konsumsi minuman soda diet. Kalori yang terkandung dalam soda diet diklaim lebih rendah, dibanding minuman bersoda atau minuman ringan lainnya. Akan tetapi, soda diet mengandung pemanis buatan seperti aspartam, yang ternyata juga berdampak buruk untuk kesehatan.

Menurut sejumlah penelitian,  jika Anda stop konsumsi soda diet, maka dapat memberikan kesehatan tubuh dari ujung kepala hingga kaki.

Sakit kepala hilang dan lebih fokus
Menurut studi yang dipublikasikan di European Journal of Clinical Nutrition, aspartam dapat membuat perubahan kimia di otak, hingga sinyal saraf yang menyebabkan sakit kepala, rasa cemas, dan insomnia.

Sebuah studi tahun 2013 menemukan, tikus percobaan yang diberi minum soda memiliki sel yang rusak dan menganggu ujung saraf di otak kecil, yaitu bagian dari otak yang berperan untuk kemampuan motorik.

Peneliti menilai, sakit kepala bakal hilang dan pikiran menjadi lebih fokus jika Anda stop konsumsi soda diet.

Lebih sensitif dengan rasa
Hasil scan otak menunjukkan, soda diet dapat mengubah reseptor manis di otak dan membuat seseorang terus mengidam gula atau konsumsi yang manis. Hal ini diduga, karena kandungan aspartam sebenarnya 200 ratusan kali lebih manis dari gula biasa.

"Kami sering melihat pasien mengubah pilihan makanan ringan ketika tak lagi konsumsi diet soda. Daripada makanan manis dan asin, pasien memilih apel dan sepotong keju,” kata Heather Bainbridge dari Columbia University Medical Center Weight Control Center.

Berat badan turun
Meski rendah kalori, sebuah penelitian menemukan bahwa orang dewasa yang sering minum soda diet justru memiliki timbunan lemak di perut. Penelitian yang dipublikasikan dalam Diabetes Care, minuman diet soda memengaruhi sindrom metabolik, seperti obesitas, tekanan darah tinggi, tingginya kadar trigliserida sehingga berisiko terkena penyakit jantung dan diabetes.

Menguatkan tulang
Sebuah penelitian tahun 2014 menemukan bahwa minum soda diet setiap hari, dapat meningkatkan patah tulang pinggul sebesar 14 persen bagi wanita yang telah menopause. Studi lain pun menemukan, bahwa  wanita tua yang konsumsi minuman bersoda memiliki kepadatan mineral tulang yang lebih rendah pada bagian pinggul.

Namun, Penelitian masih berlanjut untuk mencari tahu apa yang menyebabkan soda diet memengaruhi kekuatan tulang.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.