Kompas.com - 19/06/2015, 10:15 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi
KOMPAS.com - Mengalami gangguan tidur, tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, seperti mengantuk ataupun kelelahan. Dalam jangka panjang, efek buruknya juga dapat muncul. Mulai dari kegemukan hingga tekanan darah tinggi. Mengonsumsi obat tidur bukan merupakan solusi untuk mengatasi masalah tidur yang dialami. Ada cara lain yang efektif dilakukan guna mendapatkan kualitas tidur yang baik, yaitu dengan terapi perilaku kognitif.  

Penyakit kronis seperti diabetes, tekanan darah tinggi, kegemukan, maupun kanker, kerap dihubungkan dengan tidur yang buruk. Selain, tentu saja risiko kecelakaan kendaraan maupun kerja juga dapat terjadi. Kesemuanya, dapat menurunkan kualitas hidup serta produktivitas dari mereka yang mengalami masalah tidur. 

Konsumsi obat tidur bukanlah cara untuk mengatasi kesulitan tidur yang dialami. Studi terbaru menyebutkan kalau pil tidur bukan cara efektif guna mendapatkan kualitas tidur yang baik. "Sebutir pil kelihatannya memang menjadi cara lebih mudah untuk saat ini. Hanya saja, tidak membantu memperbaiki situasi Anda secara keseluruhan," terang Nadine Kaslow, profesor di Department of Psychiatry and Behavioral Sciences, Emory University School of Medicine

Belum lagi, ada efek samping yang muncul dari obat-obatan ini seperti kesulitan untuk bangun atau malah membuat mengantuk seperti mabuk. "Bagian terburuknya adalah banyak dari obat-obatan ini menjadi sangat adiktif dan orang terjebak pada sesuatu selama hidupnya," imbuh Kaslow. 

Langkah yang sebaiknya dilakukan, dimulai dengan mengubah perilaku tidur Anda. Rekomendasi yang diberikan Kaslow adalah mencoba terapi perilaku kognitif (CBT) dan melihat hasil yang diperoleh. 

Terapi perilaku kognitif adalah penanganan psikologis yang memfokuskan atas perubahan perilaku spesifik dan proses berpikir. Terapi CBT akan memberikan rekomendasi higienitas tidur serta menawarkan teknik rileksasi seperti halnya kontrol stimulus. 

Menurut Dr. James Trauer, penulis studi dari Melbourne Sleep Disorders Center, "Kami menjumpai bahwa terapi perilaku kognitif bagi insomnia, membantu pasien memasuki tidurnya 20 menit lebih cepat dan memperbaiki efisiensi tidur hampir 10 persen." 

Dengan CBT, ditambahkan Kaslow, seseorang bisa dilatih untuk menyetel waktu tidur dan bangun secara konsisten, menghindari tidur siang, dan hanya menggunakan tempat tidur hanya ketika akan tidur atau berhubungan intim dengan pasangan. 

Satu hal terburuk yang dilakukan adalah tetap di tempat tidur ketika Anda tidak bisa tidur. Ahli tidur seperti Kalsow dan Trauer ingin Anda segera beranjak dari tempat tidur dan keluar dari kamar bila tidak tertidur dalam waktu 20 menit. Baru kembali ke tempat tidur saat Anda mengantuk. 

"Kalau Anda tidak bisa tidur, lebih baik bangun dan produktiflah. Atau lakukan sesuatu yang membuat rileks ketimbang stres karena tidak bisa tidur," saran Kaslow. 

Halaman:

Video Pilihan

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.