Kenali Penyakit Langka Progeria yang Membuat Anak Menjadi Tua

Kompas.com - 25/06/2015, 20:28 WIB
Ana Rochelle Pondare yang mengalami kondisi genetik langka disebut progeria, berpose bersama selebriti idolanya asal Filipina, Sarah Geronimo. DAILYMAIL.CO.UKAna Rochelle Pondare yang mengalami kondisi genetik langka disebut progeria, berpose bersama selebriti idolanya asal Filipina, Sarah Geronimo.
EditorBestari Kumala Dewi


KOMPAS.com
— Masih ingat dengan film The Curious Case of Benjamin Button yang dibintangi oleh Brad Pitt? Film yang bercerita tentang seorang bayi dengan fisik orang tua itu terinspirasi dari penyakit progeria.

Progeria atau yang dikenal juga dengan Hutchinson – Gilford Progeria Syndrom (HGPS) adalah kondisi genetis langka yang menyebabkan tubuh seorang anak menua dengan cepat. Kebanyakan anak dengan progeria tidak dapat hidup lebih dari 13 tahun. Penyakit ini bisa terjadi pada jenis kelamin apa pun dan ras apa pun. Ini terjadi pada satu dari empat juta kelahiran di seluruh dunia.  

Kesalahan tunggal dalam gen tertentu menyebabkan pembuatan protein abnormal. Ketika sel-sel menggunakan protein ini, yang disebut progerin, mereka memecah lebih mudah. Progerin pun menumpuk di banyak sel pada tubuh anak-anak dengan progeria, menyebabkan mereka cepat menua.

Yang penting diketahui adalah, progeria bukan warisan atau keturunan dalam keluarga.

Kenali setiap gejala progeria

Kebanyakan anak dengan progeria terlihat sehat ketika mereka lahir, tetapi mereka mulai menunjukkan gejala penyakit pada tahun pertama kehidupannya. Bayi dengan progeria tidak tumbuh dan bertambah berat badan dengan normal. Mereka berkembang dengan ciri-ciri fisik di antaranya kepala yang membesar, mata besar, rahang bawah kecil, hidung tipis, telinga menonjol, pembuluh vena yang terlihat jelas, pertumbuhan gigi lambat dan abnormal, suara yang terdengar nyaring, hilangnya lemak tubuh dan otot, rambut rontok, termasuk bulu mata dan alis.

Sebagai anak penderita progeria yang menua, mereka sering kali akan terserang berbagai penyakit yang biasanya menyerang orang-orang di usia 50 tahun ke atas, seperti tulang keropos, pembekuan arteri, dan penyakit jantung. Anak dengan progeria umumnya meninggal karena serangan jantung atau stroke.

Meski progeria membuat anak rentan terserang berbagai penyakit, progeria tidak memengaruhi kecerdasan atau perkembangan otak anak sama sekali. Selain itu, seorang anak dengan kondisi ini tidak mudah terinfeksi penyakit seperti anak normal lainnya.

Diagnosis progeria

Adanya gejala yang semakin terlihat akan membuat dokter spesialis anak segera menyadari adanya kelainan pada tubuhnya saat pemeriksaan rutin.

Halaman:

Sumber WebMD
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X