Bayi Juga Butuh "Me Time" agar Lebih Cerdas

Kompas.com - 26/06/2015, 09:00 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
EditorBestari Kumala Dewi


KOMPAS.com
- Biasanya, orang dewasa membutuhkan ‘me time’ atau waktu untuk bersantai dan menenangkan diri setelah menjalani berbagai aktivitas melelahkan. Namun, ternyata bayi juga membutuhkan ‘me time’ saat ia merasa lelah.

 

Setiap bayi punya cara yang beda menunjukkan bahwa ia lelah. Tapi, biasanya bayi yang lelah akan menutupi area sekitar pipi dengan kepalan tangan, menarik-narik telinga, menggosok-gosok kelopak mata, mengisap jari, kedua lengan dan kaki sering menyentak, sering menguap, sering melengkungkan punggungnya ke depan dan ke belakang, matanya juga tidak fokus dan tampak sayu.

 

Ketika bayi sudah tenang dan tak menangis, saat bayi tak berharap kita berada di sekitarnya, atau jika dia sudah terlihat sibuk sendiri, berceloteh tapi sudah menghindari kontak mata, menggelengkan kepala, atau sering menggeliat, inilah saatnya Anda harus memberikan ‘me time’ pada bayi. Ini tandanya bayi perlu waktu untuk bermain sendiri.

 

Beberapa ahli memiliki berbagai pandangan mengenai ‘me time’ untuk bayi. Menurut Hugh Bases, M.D., dokter spesialis tumbuh kembang anak dari Institute for Child Development di Hackensack University Medical Center, New Jersey, Amerika Serikat, fokus dan rentang perhatian bayi masih terbatas, karena itu bayi perlu diberi waktu tenang untuk beristirahat dari berbagai stimulasi dan interaksi dengan orang-orang di sekitarnya, setidaknya 5-10 menit setiap harinya.

 

Dengan memberikan ‘me time’, bayi akan mengenal tubuhnya. Ia akan merasakan apa yang disuka dan apa yang tak disukanya. Ia juga akan memfungsikan semua pancaindranya, seperti mata, telinga, hidung, dan kulitnya. Bayi akan mengeksplorasi diri dan semua saraf sensoriknya untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Artinya dengan memberikan waktu bayi bagi untuk bermain sendiri, bayi akan lebih cerdas.

 

Namun, rasa aman dan nyaman pada bayi berbeda-beda bergantung pada tingkat kegelisahan dan lingkungan di sekitarnya. Kalau banyak gangguan di sekitarnya, pasti bayi akan cemas, gelisah, dan tak nyaman. Dengan kondisi seperti itu, ia pasti tidak akan bisa lama menikmati ‘me time’-nya. Jadi, saat bayi menangis, itulah saat ‘me time’-nya selesai, karena bayi sudah membutuhkan ibunya kembali untuk menemaninya.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut

Sumber
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X