Kompas.com - 27/06/2015, 13:42 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

JAKARTA, KOMPAS.com
- Pada beberapa anak, demam tinggi terkadang disertai kejang. Hal ini biasanya terjadi pada anak berusia di bawah 5 tahun. Namun, para orangtua harus waspada jika kejang demam sering terjadi. Anak tersebut akan lebih berisiko mengidap epilepsi.

"Anak yang sering kejang demam lebih berisiko epilepsi. Tapi tidak selalu jadi epilepsi, tergantung fungsional otaknya," terang dokter Spesialis Saraf Irawaty Hawari saat ditemui di Rumah Sakit Umum Bunda Jakarta, Jumat (26/6/2015).

Ira mengatakan, normalnya kejang hanya berlangsung sebentar hingga 1 menit. Jika lebih dari itu, atau kejang selama 3-5 menit bisa memicu kerusakan otak. Untuk itu, lanjut Ira, jangan biarkan kejang berlangsung lama. Segera berikan obat penurun panas pada anak.

"Penting kita untuk menghitung lamanya dia kejang. Kalau 3-5 menit kejang bisa berpengaruh ke otak," jelas Ira. Meski tak banyak kasus kejang demam yang akhirnya menyebabkan anak mengidap epilepsi di kemudian hari, tetap harus diwaspadai.

Demam disertai kejang biasanya sudah tak terjadi lagi ketika anak memasuki usia sekolah. Namun, jika terjadi kejang kembali, segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Jika anak positif epilepsi, ia pun akan diberi obat. Antiepilepsi (OAE) untuk mengontrol bangkitan. Bangkitan epilepsi pun tak hanya kejang, bisa juga tiba-tiba hilang kesadaran, bengong, hingga berteriak tiba-tiba seperti orang marah atau ketakutan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Health
7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

Health
Parafimosis

Parafimosis

Penyakit
11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

Health
Asam Urat

Asam Urat

Penyakit
Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Health
Nyeri Mata

Nyeri Mata

Penyakit
Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Health
Kutil

Kutil

Penyakit
7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Amnesia

Amnesia

Penyakit
9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

Health
Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Health
Hepatitis D

Hepatitis D

Penyakit
16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.