Kompas.com - 11/07/2015, 20:15 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Jika para pria pada umumnya merasa tidak percaya diri dengan ukuran penisnya, maka kaum wanita lebih peduli pada aroma vagina mereka. Bau vagina yang tidak sedap menurut sebuah survei memang termasuk dalam salah satu keresahan wanita.

Pada dasarnya, tidak ada vagina yang bebas bau. "Setiap wanita memiliki aromanya sendiri dan itu adalah hal yang normal. Biasanya kita lebih sensitif pada aroma alami kita dan bukan berarti orang di sekitar kita juga bisa menciumnya," kata Dr.Vanessa Cullins, pakar dalam keluarga berencana di Amerika.

Meski setiap wanita ingin memiliki vagina yang berbau harum, tapi menurut Cullins vagina tidak akan bisa memiliki aroma sewangi bunga. Justru menurutnya vagina yang sehat memiliki aroma sedikit amis.

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan aroma vagina berubah, mulai dari infeksi, olahraga dan keringat, perubahan hormonal dalam siklus menstruasi, dan perubahan tingkat keasaman vagina.

"Aroma vagina yang tidak sedap bisa menjadi tanda infeksi yang harus segera diatasi, terutama jika diikuti dengan keluarnya cairan yang tidak biasa. Tubuh kita pintar, saat vagina berusaha mengatakan sesuatu, jangan diabaikan," katanya.

Shutterstock Ilustrasi

Berikut adalah beberapa aroma vagina yang perlu diketahui dan kapan harus diwaspadai.

1. Amis
Penyebabnya adalah bacterial vaginosis (BV).
Terapi: antibiotik.

Menurut Cullins bakteri pada dasarnya normal dan menjaga vagina tetap sehat. Tapi, BV bisa membuat ketidakseimbangan.

Terkadang BV tidak bergejala, tapi bisa juga menyebabkan keluarnya cairan berwarna putih atau abu-abu, bau amis yang kuat (terutama setelah berhubungan seks dan dibasuh dengan sabun), dan gatal.

2. Aroma seperti roti
Kemungkinan disebabkan oleh infeksi jamur.
Terapinya dengan obat antijamur.

"Infeksi jamur terjadi ketika jamur yang disebut kandida tumbuh berlebihan," katanya.
Kebanyakan orang memiliki jamur dalam jumlah sedikit di mulut dan saluran cerna. Wanita yang sehat juga memiliki jamur di vaginanya, tapi terkadang jamur ini dapat menyebabkan infeksi. Akibatnya cairan vagina akan seperti keju dan kental.

Halaman:

Sumber Shine
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X