Kompas.com - 29/07/2015, 13:00 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

Pasien masih berusaha memasak makanannya sendiri walaupun sering lupa untuk masakan apa yang akan dimakannya. Pasien dikatakan keluarga sering bersikap agresif secara verbal kepada sekitarnya. Pasien sering menuduh bahwa akan ada yang akan meracuni dia. Selain itu juga sering kali bercerita adanya tamu-tamu yang mengunjungi pasien padahal tamu yang dimaksud pasien tersebut adalah saudara-saudara pasien yang sudah meninggal.

Pasien sejak muda merupakan ibu rumah tangga. Mempunyai 5 orang anak dan saat ini tinggal di rumahnya sendiri dengan pembantu dan anak paling kecilnya. Sering "digilir" untuk tinggal dengan anaknya yang sering kali malah membuat makin agresif karena pasien merasa kebingungan dengan apa yang dihadapi tiap pindah rumah.


Gangguan perilaku dan perasaan

Kasus-kasus di atas sedikit banyak menggambarkan adanya masalah perilaku dan pikiran serta sering juga perasaan pada pasien yang mengalami demensia. Pasien dengan masalah demensia sering dianggap pikun biasa sampai akhirnya mengalami gangguan perilaku.

Sangat jarang dalam praktek ditemukan pasien dengan masalah gangguan demensia yang sangat awal. Kebanyakan keluarga akan membawa pasien ke psikiater atau dokter saraf jika sering mengalami gangguan perilaku.

Beberapa kali juga sering menemukan keluarga pasien mencoba mengkaitkan masalah gangguan perilaku pada kasus demensia dengan stresor yang dialami pasien, yang bahkan sudah terjadi sejak pasien muda. Hal ini mungkin tidak terlalu berpengaruh karena kalau kita melihat tidak semua orang dengan masalah depresi atau banyaknya tekanan hidup di waktu muda akan pasti menjadi demensia di hari tuanya.

Hal yang patut menjadi perhatian adalah masalah medis umum. Diabetes atau penyakit gula dan riwayat stroke adalah kondisi yang sangat erat dengan demensia. Angka kejadian demensia pada pasien diabetes lebih meningkat daripada populasi lansia normal. Riwayat stroke juga dapat memicu terjadinya demensia vaskuler yang biasanya terjadi pada pasien pasca stroke terutama stroke yang berdarah.

Peran keluarga

Peran keluarga pada kasus demensia sangat penting. Sering kali saya temukan keluarga kewalahan dengan perilaku pasien demensia. Mengasuh anak kecil mungkin dianggap lebih gampang daripada mengasuh pasien demensia.

Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai terjadi perilaku kekerasan pada pasien-pasien demensia ini. Sering kali karena masalah perilaku yang tidak bisa dikendalikan, ada kecenderungan pengasuh lansia yang demensia menjadi marah dan melakukan tindakan kekerasan.

Pasien demensia juga sebaiknya tidak sering berpindah kondisi lingkungan. Kamar yang sama akan lebih memudahkan orientasinya daripada harus berkali-kali berpindah lokasi. Itulah mengapa tidak disarankan lansia dengan demensia digilir untuk tinggal di rumah anak. Baiknya anak saja yang bergilir menunggui orang tuanya yang tetap tinggal di rumah dan kamar yang sama.

Demensia tidak bisa disembuhkan, demensia hanya bisa dicegah agar tidak menjadi lebih buruk. Beberapa obat antidemensia yang bekerja di sistem otak membantu untuk mengurangi kemunduran pasien demensia. Beberapa obat untuk memperbaiki perilaku dan pola tidur juga bisa diberikan. Sering kali pasien demensia sangat terganggu tidurnya terutama polanya, di mana pagi jadi malam dan sebaliknya.

Keluarga juga perlu mendapatkan edukasi yang baik tentang masalah demensia. Disarankan untuk keluarga untuk mengetahui dan memahami apa itu demensia dan perawatannya. Semoga artikel singkat ini bermanfaat.

Salam Sehat Jiwa

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.