Kompas.com - 30/07/2015, 10:45 WIB
EditorLusia Kus Anna

Chomont menggunakan Kanada sebagai contoh. Ia mengatakan, “HIV mengakibatkan kerugian besar dalam artian penderitaan manusia, kehilangan pekerjaan dan beban keuangan dalam sistem kesehatan.” Dan pasien yang berhenti mengkonsumsi obat dengan alasan apapun akan kembali menghadapi HIV yang lebih parah.


Obat yang dapat menyembuhkan HIV akan menghilangkan semua masalah-masalah ini. Namun untuk menyembuhkannya, harus terlebih dahulu ditemukan di mana HIV bersembunyi di dalam tubuh.

HIV dapat berkembang pada jaringan otak, kelenjar getah bening, usus dan saluran kelamin. Sebagian virus HIV bisa aktif sementara yang lainnya bersifat laten atau tidak aktif, menanti kesempatan untuk menjadi aktif.

HIV juga bisa bersembunyi di tingkat selular, terutama di dalam sel memori. Sel-sel darah putih ini merupakan bagian dari sistem daya tahan tubuh. HIV dapat menyerang bakteri atau virus secara langsung atau dengan mengeluarkan antibodi.

Ia mengatakan tiga hambatan utama penyembuhan adalah jaringan HIV yang gigih, jaringan sel yang terinfeksi dengan laten yang tidak bisa dibedakan dari sel-sel yang tidak terinfeksi, dan beragam jenis jaringan tempat virus HIV laten bersarang.

“Ada dua jenis penyembuhan yang sudah saya usulkan. Yang pertama adalah penyembuhan steril. Ini adalah model ideal di mana kita berantas semua jejak virus dari tubuh. Tipe penyembuhan yang kedua, mungkin lebih realistis, adalah sesuatu yang kami sebut, penyembuhan fungsional. Dalam jenis penyembuhan ini, kita mencoba mengurangi ukuran jaringan virus HIV dan dan meningkatkan sistem daya tahan tubuh agar bisa mencegah virus laten tersebut menjadi aktif.”

Professor Chomont mengatakan jika terapi antriretroviral diberikan segera setelah infeksi, obat tersebut dapat mengurangi jumlah sel yang terinfeksi secara drastis. Namun bagi sebagian besar orang yang terinfeksi namun tidak menerima obat dari awal, strategi terapi antiretroviral baru sedang dikembangkan.

Salah satunya disebut strategi “shock and kill”. Strategi ini akan membangunkan sel-sel laten dan membuatnya menyerang sel-sel. Namun dengan begitu sel-sel tersebut menjadi peka terhadap obat antiretroviral. Pada saat yang sama, strategi tersebut harus mencakup cara untuk meningkatkan sistem daya tahan tubuh sehingga bisa menyerang virus.

Sampai obat HIV ditemukan, ART tetap menjadi senjata utama untuk melawan HIV, dan studi baru menunjukkan bahwa semakin cepat pengobatan tersebut dimulai, semakin baik. Riset untuk vaksin HIV juga terus berlanjut. Vaksin atau penyembuhan HIV belum diharapkan akan ditemukan dalam waktu dekat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.