Kompas.com - 30/07/2015, 15:48 WIB
Ilustrasi kehamilan SHUTTERSTOCKIlustrasi kehamilan
EditorLusia Kus Anna

Menurut Muzal, virus dalam tubuh bayi atau anak akan memasuki fase imunotoleran. Jadi, virus tetap hidup dalam tubuh dan merusak sel hati tetapi tak dikenali tubuh sebagai benda asing. Akibatnya, perusakan sel hati terus terjadi.

Begitu masuk fase imunoaktif, tubuh akan menghancurkan sel- sel hati karena ada virus hepatitis. Tubuh sudah melihat virus hepatitis sebagai benda asing. Pengerasan hati lalu terjadi.

"Virus hepatitis memakai DNA kita sendiri untuk menghancurkan hati. Jadi, pemeriksaan kesehatan hati secara rutin penting dilakukan," ujar Muzal.

Penularan hepatitis dari ibu ke bayi seharusnya bisa dicegah dengan imunisasi. Sayangnya, menurut David, Indonesia tak punya data dan surveilans hepatitis yang baik sehingga intervensi kebijakan belum berjalan baik.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama memaparkan, prevalensi hepatitis berdasarkan anamnesis tahun 2013 bagi semua kelompok usia adalah 1,2 persen, meningkat dibandingkan tahun 2007 yang 0,6 persen. Jenis hepatitis terbanyak menginfeksi penduduk Indonesia adalah hepatitis B.

Direktur Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia Ria Syafitri menambahkan, pada 2014 dari 2,8 juta kantong darah yang diperoleh PMI dari donor ada 1,45 persen reaktif virus hepatitis B dan 0,37 persen reaktif virus hepatitis C. Artinya, darah donor itu diduga kuat ada virus hepatitis. "Darah itu dihancurkan, tak diberikan kepada pasien," ujarnya. (ADH)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyakit Peyronie

Penyakit Peyronie

Penyakit
6 Manfaat Kaviar dan Alasan Harganya Mahal

6 Manfaat Kaviar dan Alasan Harganya Mahal

Health
Penyakit Retina

Penyakit Retina

Penyakit
6 Cara Menjaga Kuantitas dan Kualitas Produksi ASI

6 Cara Menjaga Kuantitas dan Kualitas Produksi ASI

Health
Bronkopneumonia

Bronkopneumonia

Penyakit
3 Minuman yang Baik Dikonsumsi oleh Penderita Asma

3 Minuman yang Baik Dikonsumsi oleh Penderita Asma

Health
Ruam Popok

Ruam Popok

Penyakit
8 Cara Menurunkan Kadar Asam Urat secara Alami Tanpa Obat

8 Cara Menurunkan Kadar Asam Urat secara Alami Tanpa Obat

Health
Gagal Ginjal Akut

Gagal Ginjal Akut

Penyakit
Bisa Jadi Gejala Penyakit Serius, Kenali Penyebab Nyeri Lengan Kiri

Bisa Jadi Gejala Penyakit Serius, Kenali Penyebab Nyeri Lengan Kiri

Health
Orthorexia

Orthorexia

Penyakit
4 Makanan yang Buruk untuk Kesehatan Usus

4 Makanan yang Buruk untuk Kesehatan Usus

Health
IUGR

IUGR

Penyakit
Bahaya Sosial Media untuk Anak, Orangtua Wajib Tahu

Bahaya Sosial Media untuk Anak, Orangtua Wajib Tahu

Health
Bagaimana Proses Metabolisme Alkohol di Dalam Tubuh?

Bagaimana Proses Metabolisme Alkohol di Dalam Tubuh?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.