Kompas.com - 31/07/2015, 11:00 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Demam atau suhu tubuh yang tinggi (lebih dari 37.5 derajat celcius), termasuk dalam kondisi yang sering dialami anak. Demam sendiri sebenarnya bukan penyakit, namun gejala dari kondisi tertentu, terutama infeksi.

Para ahli percaya demam tidak memerlukan obat karena demam merupakan mekanisme alami pertahanan tubuh melawan infeksi atau zat asing dari luar. Selain itu, sebagian besar demam terjadi tanpa adanya infeksi.

Demam juga bisa mengindikasikan kekebalan tubuh anak berjalan baik. Saat demam, berarti tubuh sedang melakukan pertahanan diri.

Pengobatan demam sangat tergantung pada penyebabnya. Misalnya, antibiotik hanya diberikan jika demamnya disebabkan oleh infeksi bakteri.

Obat demam yang cukup aman diberikan pada anak adalah parasetamol atau pun ibuprofen. Masing-masing obat memiliki kelebihan dan kekurangan. Gunakan dosis yang tepat agar berfungsi efektif.

Selain pemberian obat, kompres sejak lama dikenal sebagai sarana penurun panas. Walau begitu, mengompres anak dengan air dingin atau es batu sebaiknya tidak digunakan karena bersifat kontraproduktif.

Kompres es justru akan meningkatkan suhu tubuh. pasalnya, air dingin akan menyebabkan pembuluh darah tepi di kulit mengecil. Akibatnya, panas yang seharusnya dialirkan oleh darah ke kulit agar keluar tubuh menjadi terhalang, dan tubuh pun bertambah panas.

Kompres hangat sangat cocok digunakan untuk menurunkan demam. Air hangat bukannya menambah suhu tubuh menjadi lebih hangat, tetapi justru akan menyerap panas dari dalam tubuh sehingga mampu menurunkan demam. Suhu air yang disarankan untuk kompres hangat adalah sekitar 40-50 derjat celcius.

Saat ini di pasaran juga banyak tersedia kompres modern yang lebih praktis. Salah satunya adalah Hansaplast dengan teknologi Advanced Hydro-Gel yang diklaim mampu menyerap panas tubuh melalui proses penguapan. Proses ini memberi efek sejuk pada anak.

Kompres demam modern tersebut dapat ditempelkan pada kening atau bagian kepala, di bawah ketiak, mau pun di lipatan paha. Kompres semacam ini bisa disimpan di suhu ruangan, walau penyimpanan di lemari es diperbolehkan.

Penanganan lain saat anak demam adalah cukup minum agar anak tidak kekurangan cairan. Istirahatkan anak supaya tubuhnya memiliki daya tahan untuk melawan infeksi dengan baik.

Pada anak, demam yang dibarengi dengan gejala lemas, batuk, tenggorokan sakit, nafsu makan menurut, sakit pada telinga, muntah, dan diare, perlu diwaspadai. Bawalah anak ke dokter jika suhu tubuhnya lebih dari 40 derajat, terutama jika anak berusia kurang dari 4 bulan.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X