Atlet Perlu Pantang Berhubungan Seks Sebelum Bertanding?

Kompas.com - 31/07/2015, 20:00 WIB
Petinju Amerika Serikat, Bernard Hopkins, bertarung melawan petinju Rusia, Sergey Kovalev, pada pertandingan kelas berat ringan berdi IBF, WBA, dan WBO di Atlantic City, New Jersey, Sabtu (8/11/2014). AFP PHOTO/JEWEL SAMADPetinju Amerika Serikat, Bernard Hopkins, bertarung melawan petinju Rusia, Sergey Kovalev, pada pertandingan kelas berat ringan berdi IBF, WBA, dan WBO di Atlantic City, New Jersey, Sabtu (8/11/2014).
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Sudah sejak lama ada mitos yang dipercaya banyak orang bahwa atlet yang akan bertanding wajib pantang berhubungan seksual malam sebelumnya.

Petinju Mohammad Ali bahkan disebutkan puasa berhubungan seks enam minggu sebelum ia melakukan pertandingan besar. Para prajurit Yunani kuno konon juga tidak bercinta malam sebelum mereka berperang.

Untuk mengetahui kebenaran mitos tersebut, dilakukan penelitian terhadap 14 pria, semuanya mantan atlet. Mereka diminta melakukan tes kekuatan cengkeraman di pagi hari setelah malam sebelumnya mereka diminta berhubungan seksual.

Kemudian tes tersebut diulang lagi namun selama 6 hari sebelumnya mereka berpantang bercinta. Hasilnya tak ada perbedaan signifikan antara kedua kondisi tersebut.

Penelitian yang lain melibatkan 10 pria menikah berusia 18-45 tahun yang memiliki tingkat kebugaran baik. Mereka dites tingkat kekuatan cengkeraman, keseimbangan, gerakan lateral, waktu reaksi, kekuatan aerobik, dan tes treadmil untuk mengukur VO2max untuk mengukur volume oksigen maksimal yang dikonsumsi saat olahraga.

Sekali lagi, hasilnya tak berbeda meski mereka sebelumnya habis berhubungan seksual. Bukti lainnya, dalam sebuah survei terhadap 1000 pelari pria dan wanita, sekitar 48 persen responden berusia kurang dari 40 tahun mengatakan mereka berhubungan seks sebelum bertanding untuk meningkatkan performa mereka.

Mitos perlunya pantang hubungan seksual berasal dari pendapat yang mengatakan ejakulasi akan menurunkan kadar testosteron. Selain itu, hubungan seks juga akan membakar energi yang sebenarnya lebih penting disimpan untuk melakukan kompetisi atau pertandingan esok harinya.

Pendapat tersebut sebenarnya mudah dipatahkan. Kecuali Anda bercinta dengan agresif selama satu jam nonstop, sebenarnya kalori yang terbakar saat berhubungan seks selama 15 menit kurang lebih 70 kalori. Jumlah itu setara dengan naik beberapa tangga. Berhubungan seks 45 menit, kalori yang terbakar hanya 200 kalori.

Alasan lain yang sering dijadikan landasan untuk puasa bercinta adalah faktor mental. Hubungan seks akan membuat kita lebih bahagia, sehingga agresivitas akan berkurang. Padahal hal itu diperlukan dalam sebuah kompetisi.

Pada akhirnya, teori untuk berpantang berhubungan seksual sebenarnya dipengaruhi oleh fakta bahwa berkurangnya waktu tidur akan memengaruhi perfoma.

"Bukan seks yang membuat para atlet kurang maksimal, tapi begadang atau waktu tidur yang berkurang akibat bercinta," kata Casey Stengel, manajer tim baseball New York Yankees.


Sumber foxnews
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X