Kompas.com - 04/08/2015, 12:37 WIB
|
EditorLusia Kus Anna


JAKARTA, KOMPAS.com
 - Kesibukan bekerja seharusnya tak menghalangi seorang ibu yang masih memiliki bayi untuk memberikan ASI. Dalam Pekan ASI Sedunia (PAS) atau World Breastfeeding Week (WBW) pada 1-7 Agustus 2015 tahun ini mengusung tema “Menyusui dan Bekerja: Mari Kita Sukseskan!”

Ibu menyusui yang juga bekerja sering kali menjadi kendala untuk bisa memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan kepada bayinya. Ada banyak faktor yang sering menjadi kendala, misalnya jam kerja yang panjang, jarak rumah dan kantor yang cukup jauh, dan sebagainya.

Padahal, pemberian ASI eksklusif terbukti bisa menghemat biaya kesehatan. Tak terhitung banyaknya penelitian yang membuktikan manfaat luar biasa ASI. Mulai dari membuat anak lebih cerdas hingga tak mudah sakit-sakitan. Bahkan manfaat mencegah risiko kanker payudara bagi ibu menyusui.

Bertepatan dengan PAS, Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) pun kembali mendorong sejumlah pihak untuk menyukseskan ASI eksklusif selama 6 bulan pada ibu pekerja.

Tempat kerja ramah ASI
Dukungan di tempat kerja menjadi sangat penting untuk menyukseskan program ASI eksklusif selama 6 bulan. Menjalankan dua peran sekaligus, yakni sebagai pekerja dan ibu menyusui tidaklah mudah.

Dukungan di tempat kerja bisa dengan memberikan cuti melahirkan dan menyediakan ruang laktasi atau ruang untuk menyusui maupun memerah air susu.

“Berikan cuti yang cukup dan fasilitas memerah yang layak di tempat kerja saat seorang wanita kembali bekerja,” ujar Ketua Umum AIMI Mia Sutanto akhir Juli lalu.

Wakil Ketua AIMI Pusat Nia Umar menambahkan, untuk membuat tempat kerja ramah ASI ada tiga hal yang perlu diperhatikan pemilik tempat kerja atau perusahaan, yakni waktu, ruang atau jarak, dan dukungan.

Soal waktu, yaitu  pemberian cuti melahirkan selama tiga bulan dengan tetap dibayar penuh bagi dan kesempatan istirahat untuk menyusui dengan dibayar penuh. Perusahaan pun bisa mengurangi jam kerja atau memberikan waktu kepada ibu untuk menyusui maupun memerah ASI

Mengenai ruang, yaitu menyediakan ruang laktasi di ruang tertutup yang bersih dan nyaman. Ruang laktasi bisa sebagai ruang menyusui, memerah ASI, dan tempat untuk menyimpan ASI. Selain itu, perusahaan bisa memfasilitasi ruang perawatan bayi di dekat tempat kerja agar ibu bisa merawat bayinya lebih dekat di sela-sela waktu bekerja.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.