Kompas.com - 08/08/2015, 09:47 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Alergi susu sapi banyak dialami oleh anak berusia kurang dari dua tahun. Gangguan kesehatan ini bisa menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan anak terganggu, terutama jika anak yang alergi susu sapi tidak diberikan nutrisi pengganti.

Dalam sebuah penelitian di Amerika Serikat tahun 2014 yang dilakukan terhadap 6.189 anak berusia 2-17 tahun diketahui, anak yang memiliki alergi makanan dengan sejarah alergi susu sapi memiliki rata-rata tinggi badan, berat badan, dan indeks massa tubuh lebih rendah dibandingkan dengan anak dengan alergi makanan tanpa sejarah alergi susu sapi.

Anak-anak yang sejak bayi memiliki alergi susu sapi juga cenderung menderita penyakit asma, alergi rinitis, dan eksim. Alergi juga berdampak pada kualitas hidup anak karena mereka mengalami keterbatasan aktivitas belajar dan bermain.

Menurut Prof.Yvan Vandenplas, pakar di bidang saluran pencernaan dan nutrisi anak dari Belgia, anak yang alergi susu bisa mengalami pertumbuhan yang terhambat jika ia tidak diberikan nutrisi tambahan. "Kalau diberi pengganti susu sapi tidak akan separah itu," katanya dalam acara Nutritalk bertema Alergi pada Anak yang diadakan oleh Sari Husada di Jakarta (7/8/15).

Ditambahkan oleh Dr.Zakiudin Munasir, Sp.A, anak yang alergi susu sapi akan terhambat tumbuh kembangnya jika hanya melakukan pantang makanan saja. Misalnya hanya menghindari makanan atau minuman yang mengandung susu sapi.

"Penelitian menunjukan tingkat pertumbuhan anak yang alergi susu sapi tidak jauh beda dengan anak yang tidak alergi jika ia diberikan susu pengganti," kata Zakiudin.

Cara terbaik untuk mencegah alergi susu adalah pemberian ASI eksklusif. Namun jika ibu tidak bisa memberikan ASI, para ahli merekomendasikan pemberian alternatif susu sapi, yakni susu yang terhidrolisis, susu dengan protein yang terhidrolisis secara parsial, atau susu soya.

Kandungan susu alternatif untuk anak alergi susu sapi itu sudah memiliki kandungan yang setara dengan susu sapi sehingga kebutuhan vitamin dan mineral anak tercukupi, namun proteinnya sudah dipecah sehingga tidak memicu reaksi alergi.

Menurut Yvan, alergi susu sapi pada anak biasanya akan hilang saat anak berusia 3 tahun. "Sekitar 45 persen anak akan hilang alerginya di usia setahun, 60-75 persen di usia dua tahun, dan hampir 90 persen anak sudah sembuh alerginya di usia 3 tahun," katanya.

Alergi susu sapi memang bisa hilang seiring dengan usia, tetapi laktosa intoleran (ketidakmampuan mencerna laktosa atau gula pada susu) biasanya akan bertahan sampai usia dewasa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Cacingan
Cacingan
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Oligomenore

Oligomenore

Penyakit
Mengapa Gigitan Nyamuk Terasa Gatal di Kulit?

Mengapa Gigitan Nyamuk Terasa Gatal di Kulit?

Health
Tromboflebitis

Tromboflebitis

Penyakit
Nyeri Lengan Kiri Bisa Jadi Gejala Serangan Jantung, Kenali Gejalanya

Nyeri Lengan Kiri Bisa Jadi Gejala Serangan Jantung, Kenali Gejalanya

Health
Bayi Berat Lahir Rendah

Bayi Berat Lahir Rendah

Penyakit
Bagaimana Penyakit Liver Bisa Menyebabkan Muntah Darah?

Bagaimana Penyakit Liver Bisa Menyebabkan Muntah Darah?

Health
Insufisiensi Aorta

Insufisiensi Aorta

Penyakit
10 Penyebab Darah Haid Sedikit, Bisa Faktor Usia sampai Penyakit

10 Penyebab Darah Haid Sedikit, Bisa Faktor Usia sampai Penyakit

Health
Limfoma Non-Hodgkin

Limfoma Non-Hodgkin

Penyakit
Awas, Sering Tahan Kecing Bisa Bikin Infeksi Saluran Kemih

Awas, Sering Tahan Kecing Bisa Bikin Infeksi Saluran Kemih

Health
Ekolalia

Ekolalia

Penyakit
3 Dampak Stres Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

3 Dampak Stres Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Health
Punya Fantasi Seks Tak Realistis? Bisa Jadi Gejala Narsisme Seksual

Punya Fantasi Seks Tak Realistis? Bisa Jadi Gejala Narsisme Seksual

Health
Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)

Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)

Penyakit
Bagaimana Posisi Tidur Agar Bayi Tidak Sungsang?

Bagaimana Posisi Tidur Agar Bayi Tidak Sungsang?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.