Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 08/08/2015, 17:00 WIB

KOMPAS.com - Kurang dari satu dekade, kita sudah menjadi manusia yang kecanduan teknologi. Sayangnya, tubuh kita lambat mengimbanginya. Makin banyak kita menggunakan gadget, makin banyak pula stres yang dialami tubuh.

Hal tersebut karena kita jadi makin malas bergerak dan menghabiskan banyak waktu di depan layar. Akibatnya sudah bisa diduga, kesehatan yang jadi korbannya.

Rata-rata seseorang mengetik 50-70 tombol di gadget permenit, 7 jam sehari, 5-6 hari seminggu, dan 4 minggu perbulan. Ini berarti rata-rata kita mengetik 600.000 tombol perbulan dalam postur tubuh yang menghasilkan sakit kepala, leher pegal, sakit punggung, dan bahu kencang. Belum termasuk sendi di tangan, jari, kaki, dan sikut.

Postur tubuh yang buruk akan menyebabkan stres dan stres juga berkontribusi pada postur yang buruk. Kepala manusia memiliki bobot sekitar 5,4 kilogram dalam kondisi seimbang di atas tulang belakang.

Ketika leher kita condong ke depan dan menunduk saat asyik dengan gadget, bobot kepala naik sehingga beban leher dan tulang belakang lebih besar. Pada penambahan sudut 15 derajat, tulang leher harus menahan beban sekitar 12,2 kg. Di sudut 30 derajat bebannya naik lagi berkali-kali lipat dan seterusnya.

Otot trapezius di leher kemudian berusaha mengompensasi beban tersbeut sehingga berpengaruh pada otot punggung. Kerja berlebihan otot punggung ini akan membuat otot perut menjadi lemah sehingga berpengaruh pada napas kita. Para ahli mengatakan, efek dominio ini akan mengurangi kapasitas paru sampai 30 persen dan ini menyebar ke seluruh bagian tubuh.

"Ini adalah beban yang dihasilkan dari menatap gadget seperti yang dilakukan jutaan orang di duna setiap jam setiap hari. Tengok sekeliling Anda, kini kepala semua orang menunduk," kata Kenneth K Hansraj, kepala bedah leher dari New York Spine Surgery and Rehabilitation Clinic.

Jenis postur yang sering disebut juga dengan "text neck" (posisi menunduk menatap layar) bisa menyebabkan degenerasi persendian, bahkan operasi. Semua itu menambahkan stres pada tubuh.

Yang terbeban berat sebenarnya bukan hanya leher dan tulang belakang, jari-jari kita juga dipakai berlebihan sehingga lama kelamaan akan mengalami peradangan.

Tubuh manusia sebenarnya didesain untuk berdiri kuat dan tegak, tanpa beban. Postur yang buruk akan menyebabkan sakit punggung dan masalah pencernaan.

Bagian pinggul dan kaki tidak cukup berkaitan dengan gravitasi untuk menghasilkan cairan synovial untuk melumasi sendi kita. Limpa melambat. Darah yang kekurangan oksigen juga tidak bisa dipompa dengan baik ke paru-paru.

Pengaruh yang tidak disadari lainnya adalah gangguan tidur sehingga kemampuan memori terganggu dan energi vital kita berkurang.

Postur tubuh yang buruk juga dikaitkan dengan gangguan migren, masalah saraf, gangguan pada pencernaan, depresi, dan penyakit jantung.

Karena itu, perbaiki postur tubuh Anda. Atur meja kerja agar layar monitor sejajar dengan pandangan mata. Ambil jeda untuk menarik napas panjang dan hentikan kesibukan Anda di gadget setiap satu jam sekali untuk berjalan sebentar dan melemaskan otot-otot.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com