Kompas.com - 13/08/2015, 12:06 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

Dr. Akande mengatakan penurunan kesuburan wanita dimulai di usia 31. Pada usia 35 penurunan itu menjadi bermakna dan di usia 40 kemungkinan punya anak semakin kecil.

Ia mengatakan tak ada stigma di Inggris melekat pada ibu tunggal juga pada bayi tabung. Hal ini membuat lebih banyak lagi wanita tak menikah untuk mendapatkan terapi bayi tabung.

Pendekatan masyarakat Inggris yang terbuka terhadap ibu tunggal dan bayi tabung itu tak pelak bakal membuat wanita lajang yang tak boleh mendapat bayi tabung di negaranya bakal datang ke Inggris. "Beberapa tahun lalu masyarakat dan pembuat regulasi mengatakan, Anda butuh suami untuk mendapatkan terapi bayi tabung. Penerimaan masyarakat sudah mengubah segalanya," katanya.

"Masyarakat sudah bicara bebas soal bayi tabung kendati sempat diperdebatkan beberapa tahun lalu dan ditolak. Jumlah ibu tunggal dengan bayi tabung akan terus meningkat," tuturnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.