Kompas.com - 21/08/2015, 15:20 WIB
EditorLusia Kus Anna
KOMPAS.com - Sakit kepala berat ketika hamil bisa menjadi sinyal adanya bahaya kesehatan yang dialami ibu atau bayinya.

"Sakit kepala selama kehamilan adalah hal yang biasa, tapi tak selalu mudah membedakan antara migren yang biasa dialami sedang kambuh, ataukah sakit kepala akibat komplikasi kehamilan," kata Dr.Matthew Robbins, dari Montefiore's Headache Center di New York, AS.

Ia menyarankan agar para dokter lebih memperhatikan keluhan sakit kepala berat pada ibu hamil, terlebih jika pasien mengalami kenaikan tekanan darah atau sebelumnya ada riwayat sakit kepala.

Hasil penelitian yang dilakukan Robbins menunjukkan sakit kepala bisa menjadi tanda preeklampsia atau komplikasi kehamilan lainnya.

Preeklampsia bisa terjadi di semester dua atau tiga kehamilan. Gejalanya antara lain tekanan darah tinggi, sakit kepala, pandangan kabur, atau nyeri perut. Jika kondisinya memburuk, diperlukan persalinan prematur.

Dalam penelitian juga terungkap, wanita yang mengalami kenaikan tekanan darah dan sakit kepala hebat, risikonya mengalami komplikasi kehamilan naik 17 kali.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber HEALTHDAY
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.