Kompas.com - 23/08/2015, 12:48 WIB
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Makan saat sedang berjalan akan membuat tubuh lebih gemuk. Peneliti mengatakan, mereka yang makan sambil berjalan cenderung makan lebih banyak, terlebih bagi mereka yang sedang diet.

Studi yang dilakukan University of Surrey itu menemukan, bahwa makan sembari berjalan cenderung memicu untuk makan lebih banyak. Dalam penelitiannya, para peneliti membagi 60 perempuan dalam beberapa kelompok.

Kelompok pertama, diinstruksikan untuk memakan sereal sembari bercengkerama di sebuah bar. Kelompok  kedua, makan sambil menyaksikan potongan serial komedi, Friends. Adapun kelompok ketiga, makan sambil berjalan di sebuah koridor.

Setelah percobaan, para peserta menjawab kuesioner tindak lanjut dan uji rasa dengan empat mangkuk makanan ringan yang berbeda: cokelat, wortel, anggur, dan keripik. Setelah mereka meninggalkan ruangan, pengukuran pun dimulai.

Hasilnya; mereka yang makan sambil berjalan menghabiskan makanan ringan lebih banyak. Yang membuat para peneliti kaget, mereka makan cokelat lima kali lebih banyak.

“Makan sambil berjalan membuat pelaku diet makan lebih banyak,” terang Prof. Jane Ogden kepada Journal of Health. “Ini mungkin berjalan adalah bentuk terkuat dari gangguan yang mengganggu kemampun kita untuk memproses rasa lapar berlebih,” ujarnya.

Atau mungkin karena berjalan, bahkan untuk beberapa meter saja, dapat dianggap sebagai bentuk latihan yang membenarkan untuk mengonsumsi makanan lebih banyak. “Secara tidak sadar, makan sambil berjalan justru bisa membuat berat badan kita naik.”

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Cara Alami Mengatasi Ambeien

6 Cara Alami Mengatasi Ambeien

Health
5 Cara Mengobati Tipes pada Anak, Orangtua Perlu Tahu

5 Cara Mengobati Tipes pada Anak, Orangtua Perlu Tahu

Health
4 Jenis Makanan untuk Turunkan Risiko Kanker Payudara

4 Jenis Makanan untuk Turunkan Risiko Kanker Payudara

Health
4 Media Penularan Kurap yang Perlu Diwaspadai

4 Media Penularan Kurap yang Perlu Diwaspadai

Health
Cara Mengatasi Infeksi Gigi Bungsu

Cara Mengatasi Infeksi Gigi Bungsu

Health
8 Kebiasaan yang Menyebabkan Kolesterol Tinggi

8 Kebiasaan yang Menyebabkan Kolesterol Tinggi

Health
Dapatkah Tertular HIV karena Seks Oral?

Dapatkah Tertular HIV karena Seks Oral?

Health
Penyebab dan Cara Merawat Ruam Popok pada Bayi

Penyebab dan Cara Merawat Ruam Popok pada Bayi

Health
Apa Itu Kolesterol?

Apa Itu Kolesterol?

Health
5 Cara Alami Mengatasi Batu Empedu

5 Cara Alami Mengatasi Batu Empedu

Health
Depresi pada Anak: Penyebab hingga Cara Pencegahannya

Depresi pada Anak: Penyebab hingga Cara Pencegahannya

Health
Amankah Skincare Mengandung Retinol Digunakan Ibu Hamil?

Amankah Skincare Mengandung Retinol Digunakan Ibu Hamil?

Health
9 Fakta Bagaimana Stres Mempengaruhi Kesehatan Anda

9 Fakta Bagaimana Stres Mempengaruhi Kesehatan Anda

Health
3 Pengobatan untuk Menurunkan Risiko Penularan Kurap

3 Pengobatan untuk Menurunkan Risiko Penularan Kurap

Health
Operasi Gigi Bungsu, Apa Saja Prosedur yang Perlu Dijalani?

Operasi Gigi Bungsu, Apa Saja Prosedur yang Perlu Dijalani?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.