Kompas.com - 24/08/2015, 09:10 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.
EditorBestari Kumala Dewi

BALI, KOMPAS.com - Kanker disebabkan oleh berbagai faktor. Sayangnya, penyakit mematikan ini sering kali baru terdeteksi di stadium lanjut. Salah satu cara untuk meminimalkan risiko terkena kanker adalah gaya hidup sehat, mulai dari mengonsumsi makanan sehat, tidak merokok, hingga rutin berolahraga.

Menurut Professor Mark Woodward, MSc, PhD, dari George Institute for Global Health, orang-orang masa kini cenderung mengonsumsi makanan yang salah. Banyak orang yang rela menghabiskan uang untuk menikmati fast food ataupun junk food. Buruknya lagi, ini seakan sudah menjadi kebiasaan dan gaya hidup sehari-hari.

“Harus diakui, apapun alasannya merokok dan mengonsumsi makanan cepat saji bukanlah hal yang seksi. Itu berbahaya bagi tubuh. Itu akan membunuh Anda,” ujar Professor Woodward saat ditemui di Nusa Dua, Bali (20/8).

Senada dengan Professor Woodward, Profesor dr. Hasbullah Thabrany, MPH, Dr.PH., dosen Kebijakan Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia mengatakan bahwa kanker bukanlah sekedar takdir, melainkan salah satu pemicunya adalah gaya hidup yang salah.

“Mayoritas masyarakat Indonesia, tidak mengonsumsi serat dengan memadai. Padahal, jika diperhatikan dari organ tubuhnya seperti susunan gigi dan bentuk usus, manusia adalah herbivora. Jadi, sebenarnya manusia didesain sebagai vegetarian yang mengonsumsi tumbuh-tumbuhan. Jadi, mulailah perbanyak konsumsi sayuran dan buah-buahan, untuk menurunkan risiko kanker,” jelas professor Thabrany.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

Health
Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Health
Sindrom Steven-Johnson

Sindrom Steven-Johnson

Penyakit
Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Health
Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Health
Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Health
Apa Penyebab Kulit Kering?

Apa Penyebab Kulit Kering?

Health
4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

Health
8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

Health
Sindrom Asperger

Sindrom Asperger

Penyakit
Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.