Kompas.com - 24/08/2015, 10:28 WIB
ilustrasi suplemen shutterstockilustrasi suplemen
EditorLusia Kus Anna
KOMPAS.com - Sudah satu abad sejak para peneliti dari Universitas California, Berkeley, menemukan vitamin E. Sejak saat itu para riset-riset dilakukan untuk mengetahui manfaat vitamin ini, terutama kandungan antioksidannya.

Selama bertahun-tahun para ilmuwan meyakini vitamin E bermanfaat untuk mencegah kanker, penyakit jantung dan Alzheimer, selain juga menjaga kecantikan kulit dan mata. Angka penjualan suplemen ini pun meningkat tajam di banyak negara.

Tetapi studi-studi terbaru mengungkap hal sebaliknya. Vitamin E ternyata tidak bermanfaat bagi kesehatan jantung. Para peneliti melakukan wawancara pada sekelompok orang yang mengonsumsi suplemen vitamin E lalu mengamati kesehatan mereka.

Bukan hanya tidak memiliki manfaat, sebagian studi bahkan menyebutkan bahwa vitamin E dosis tinggi berbahaya. Berikut adalah beberapa penelitian mengenai vitamin E yang perlu Anda tahu.

- Penyakit jantung dan stroke
Di tahun 2008, penelitian dilakukan dengan mengamati 14.000 dokter pria yang mengonsumsi vitamin C atau E dosis tinggi selama 8 tahun. Ternyata tak satupun suplemen itu yang menurunkan risiko serangan jantung, stroke, atau kematian akibat penyakit kardiovaskular. Bahkan, vitamin E sedikit meningkatkan risiko stroke perdarahan di otak.

- Panjang usia
Menurut studi yang melibatkan hampir setengah juta orang, suplemen antioksidan (termasuk vitamin E, beta karoten, vitamin C dan selenium) tidak memperpanjang usia dengan mencegah penyakit.

- Suplemen vitamin, termasuk vitamin E, tidak terbukti melindungi seseorang dari kanker. Para perokok yang minum suplemen vitamin E secara teratur ternyata tidak terlindungi dari kanker paru. Hal yang sama juga ditemukan pada insidien kanker prostat.

Meski demikian, penelitian juga mengungkap suplemen vitamin E bisa mengurangi kerusakan liver yang disebabkan oleh inflamasi akibat perlemakan liver karena alkohol. Terapi vitamin E menunjukkan perbaikan pada pasien dengan gejala kerusakan liver yang agresif.

Bagaimana pun konsumsi makanan yang mengandung vitamin dan mineral adalah yang terbaik dibandingkan suplemen. Tidak ada penelitian yang menemukan bahaya vitamin E level rendah yang secara alami ditemukan pada makanan seperti kacang-kacangan, biji-bijian, minyak sayur, serelia utuh, dan sayuran hijau.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Gejala Flu Singapura yang Perlu Diwaspadai

4 Gejala Flu Singapura yang Perlu Diwaspadai

Health
Mengapa Sarapan Penting untuk Kesehatan?

Mengapa Sarapan Penting untuk Kesehatan?

Health
Mengapa Manusia Butuh Protein?

Mengapa Manusia Butuh Protein?

Health
Mengapa Stres Bisa Membuat Kita Jatuh Sakit?

Mengapa Stres Bisa Membuat Kita Jatuh Sakit?

Health
Mengapa Stres Bisa Menganggu Siklus Menstruasi?

Mengapa Stres Bisa Menganggu Siklus Menstruasi?

Health
Pentingnya Vaksin Kanker Serviks

Pentingnya Vaksin Kanker Serviks

Health
Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Health
7 Penyebab Hipertensi pada Anak

7 Penyebab Hipertensi pada Anak

Health
Flu Tulang

Flu Tulang

Penyakit
12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

Health
Peripheral Artery Disease (PAD)

Peripheral Artery Disease (PAD)

Penyakit
Kenali Apa itu Flu Singapura, Ciri-ciri, dan Penyebabnya

Kenali Apa itu Flu Singapura, Ciri-ciri, dan Penyebabnya

Health
Sindrom Antley-Bixler

Sindrom Antley-Bixler

Penyakit
8 Cara Mencegah Penyakit Ginjal

8 Cara Mencegah Penyakit Ginjal

Health
Kenali Apa yang Anda Rasakan, Ini Beda Sedih dan Depresi

Kenali Apa yang Anda Rasakan, Ini Beda Sedih dan Depresi

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.