Kompas.com - 27/08/2015, 19:25 WIB
EditorBestari Kumala Dewi

Ketika ibu hamil menemukan warna merah muda di pakaian dalam atau tisu toilet, tentu ia akan langsung emmikirkan kemungkinan terburuk. “Saya mendapatkan setidaknya sekali telepon dalam semalam, dari pasien yang menemukan bercak darah di awal kehamilannya dan terdengar sangat cemas di telepon,” ujar Rupe.

Bercak darah memang bukanlah tanda yang baik, tapi juga bukan berarti keguguran. Pendarahan, khususnya dalam jumlah kecil dan tidak berkaitan dengan rasa sakit, biasanya kemungkinan berasal dari serviks atau jaringan vagina, bukan dari rahim.

Sebanyak 12 persen ibu hamil yang mengalami pendarahan pada semester awal kehamilan akan melahirkan bayi yang sehat. Jika Anda mengalami pendarahan, segera tindaklanjuti dengan berkonsultasi pada dokter, tapi hindari untuk langsung berpikiran buruk dan kehilangan harapan.

 

Sekitar 15 persen kehamilan berakhir dengan kehilangan, keguguran tentu menjadi momen yang sangat menyedihkan. Angka ini jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan “kehamilan kimia”, di mana ibu hamil akan kehilangan bayinya dalam minggu pertama setelah tak mendapatkan menstruasi.

“Saya selalu menyarankan setiap pasien untuk menunggu beberapa hari, bahkan minggu setelah mereka tak mendapatkan menstruasi untuk melakukan tes kehamilan di rumah. Dengan tes kehamilan yang sangat sensitif, kita juga mendiagnosa bahwa kehilangan kehamilan menyebabkan sakit hati yang menyedihkan,” ungkap Rupe.

Saya tidak menunjukkan cara memperkecil kemungkinan keguguran, tapi untuk menjelaskan bahwa Anda tak sendirian menghadapi kehilangan. Mengalami keguguran, tidak berati Anda akan mengalami hal yang sama di kemudian hari. Jika Anda keguguran, konsultasi pada dokter untuk mendapatkan kehamilan yang sehat di waktu mendatang ketika Anda siap hamil lagi. Dan jangan pernah kehilangan harapan beradasarkan mitos ataupun informasi yang tidak benar, kata Rupe.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Sumber WebMD

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.